Anjal Pada Walikota : Saya Ingin Membuka Usaha Warkop Saja Bu PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Jumat, 09 Maret 2018 11:37

Surabayakita.com - Sebanyak 22 anak putus sekolah mendapat pengarahan khusus dari walikota Surabaya, Sabtu (9/3/2018) pagi di Gedung Siola. Ke 22 anak putus sekolah ini didatangkan ke Siola bersama para orang tuanya.

Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya, mengumpulkan ke 22 anak itu dari hasil razia Satpol PP maupun laporan dari lurah camat se Surabaya.

Ke 22 anak itu ditanyai satu persatu, apa penyebabnya putus sekolah dan cita citanya ingin menjadi apa. Saat tanya jawab ini, banyak anak putus sekolah yang ingin membuka usaha warkop.

"Kok akeh sing milih mbuka warkop yo? Opo wes gak seneng sekolah tah awakmu? Yok opo nek awakmu tak sekolahno dadi juru masak ae nang perhotelan?," ujar walikota Tri Rismaharini kepada salah satu anak putus sekolah ketika kelas 2 SMP.

Kepada mereka ini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan agar mereka bisa belajar untuk hidup secara mandiri dan tidak terus bergantung kepada orang tua. Sebab, tidak selamanya orang tua mampu menopang kehidupan mereka.

"Mulailah diri dengan hidup mandiri dan jangan terus menggantungkan dengan orang tua kalian," kata Wali Kota Risma.

Pendidikan formal di sekolah itu penting dilakukan apalagi usia masih sangat mudah. Karenanya Pemkot Surabaya akan menyekolahkan mereka lagi sesuai keinginan anak anak drop out dengan berbagai sebab itu.

“Kalau kalian tidak bisa memikirkan masa depan kalian sendiri, terus siapa yang akan memikirkan, karena orang tua kalian tidak bisa mendampingi kalian terus,” ujar wali kota.

Salah satu yang menarik adalah pernyataan yang disampaikan oleh Adi Wicaksono (16) tahun. Dirinya yang putus sekolah SMK ini, kemudian memilih untuk mencari uang setiap malam dengan cara mengamen.

“Kamu nanti saya ikutkan kejar paket, ojok keluyuran ae (jangan keluyuran saja), kasihan orang tuamu,” kata wali kota kepada Adi.

Sementara Nanis Chairani, Kepala DP5A Surabaya, anak anak ini akan didata. Kalau masih memungkin masuk sekolah formal akan dimasukkan tahun depan. Selanjutkan akan dilakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendiddikan.

"Kalau sudah kelewat umur akan diikutkan kerja paket. Sedangkan kalau ingin mendalami keahlian akan dicarikan solusinya. Seperti montir sepeda motor kerjasama dengan MPM Honda. Atau karikatur bisa mendalami di koridor Siola," ujar Nanis. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com