Kader PKB Surabaya Desak Pemilihan Ketua DPC Dipercepat PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 27 Maret 2018 17:14

Surabayakita.com - Pemilihan ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya yang baru berpotensi dilakukan tanpa melalui Musyawarah Cabang (Muscab). Hal ini karena terkendala matinya SK kepengurusan semua PAC se Surabaya .

 

Dengan masa berlaku yang sudah habis maka secara otomatis PAC PAC yang menjadi penentu pemilihan ketua DPC PKB Surabaya tidak bisa memilih. Karenanya dengan kondisi ini kemungkinan besar penentuan ketua DPC PKB Surabaya yang baru harus melalui mekanisme seperti periode sebelumnya.

Mekanisme penunjukan langsung ini juga disuarakan kader PKB di tingkat bawah. Menurut Nurcholis Saleh mantan ketua DPAC Kenjeran, penunjukan langsung ini menjadi satu satunya cara untuk memilih figur baru pemimpin PKB Surabaya. Sebab kini sudah tidak mungkin lagi dilakukan Muscab.

"Kita realistis saja. Karena saat ini banyak agenda penting di depan mata. Pilgub Jatim, Pileg dan pilpres 2019 sudah di ambang pintu. Terus terang kami bingung untuk melakukan komunikasi terkait banyaknya agenda penting," ujar warga Dukuh Bulak Banteng ini.

Nurcholis Saleh patut khawatir. Sebab saat ini partai partai politik lainnya sudah persneleng empat untuk melakukan koordinasi partai. Kalau tidak segera dilakukan pemilihan ketua DPC PKB yang baru, dikhawatirkan PKB Surabaya akan ketinggalan start.

"Ibaratnya yang lain sudah tancap gas. Sedangkan kami masih parkir di tempat. Karenanya kami ingin segera ada kejelasan soal ini," tambah Nurcholis yang SK nya sempat diperpanjang tiga bulan hingga November 2017.

Terkait figur ketua yang baru, Nurcholis Saleh berharap PKB Surabaya dipimpin oleh kader yang memiliki jiwa petarung dan mampu menjalin komunikasi dengan arus bawah dan NU. Alasannya untuk bisa berkompetisi dengan parpol lainnya yang lebih dulu start sangat dibutuhkan pemimpin berjiwa fighter.

Sementara itu beberapa figur yang sudah mulai muncul ke permukaan antara lain, Musyafak Rouf, Mazlan Mansur, Masduki Toha, Syamsul Arifin dan beberapa kader PKB lainnya.

Menanggapi hal ini, Mazlan Mansur anggota DPRD Surabaya (2014-2019) mengatakan siap mengikuti aturan main yang akan diberlakukan oleh pimpinan partainya. Sebab menurutnya intsruksi juklak soal pemilihan ketua DPC PKB Kota Surabaya 2018-2023 itu harus dipatuhi semua kader.

"Kalau saya siap saja sebagai kader. Seperti kader lainnya saya siap menyongsong pelaksanaan pemilihan ketua baru. Tapi saya tidak tahu mekanisme pemilihannya seperti apa, apakah pemilihan ketua dilakukan melalui muscab atau penunjukan langsung seperti periode lalu," ujar pria kelahiran Bawean Gresik itu.

Mau muscab atau penunjukan langsung bagi Mazlan tidak ada masalah. Sebab semuanya pasti memiliki pertimbangan yang matang dari pimpinan partai.

"Walaupun dilakukan penunjukan langsung lagi juga tak apa apa. Karena tidak melanggar AD ART partai. Sebab kalau dipaksakan muscab saat ini banyak SK PAC PAC yang sudah mati. Kalau saya siap ditempatkan di mana saja," ujarnya.

Sementara Musyafak Rouf lebih merendah ketika dikonfirmasi soal kesiapannya memimpin PKB Surabaya. "Pertanyaannya jangan saya siap atau tidak, sebab implikasinya bisa macem macem. Saya ini kan ibaratnya 'mare elang odik poleh'. Untuk sementara saya tak bisa komentar banyak untuk menghormati semua pihak," ujarnya melalui sambungan telepon.

Perolehan suara legislatif PKB Surabaya memang pasang surut. Selama dipimpin Wahyudin Husein 2002 - 2007 PKB dapat 11 kursi, Muysfak Rouf 2007 - 2012 dapat 5 kursi, 2013- 2018 Syamsul Arifin dapat 5 kursi.

Penentuan pemilihan ketua DPC PKB Surabaya saat ini berada di tangan DPW PKB Jatim dan DPP PKB. Terkait hal ini ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar belum bisa dikonfirmasi. (SK1)

 

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com