Perlindungan Anak Menjadi Prioritas Rencana Kerja Pemkot Surabaya 2019 PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 27 Maret 2018 22:05

Surabayakita.com - Pengadaan kamera CCTV yang diminta RT/RW, perlindungan anak, limbah rumah sakit, kebun raya mangrove dan pembangunan jalan menjadi pembahasan rencana kerja Pemkot Surabaya 2019. Pembahasan rencana itu dilakukan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2018.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka acara itu Selasa (27/3/2018) di ruang sidang walikota. Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Kota Surabaya Hendro Gunawan, para asisten, jajaran OPD, anggota DPRD Kota Surabaya, Bappeda Jatim, akademisi dan praktisi.

Hanya saja dari sekian rencana itu tidak bisa langsung dipenuhi oleh Pemkot Surabaya karena pertimbangan anggaran. Di antara sektor yang membutuhkan dana besar itu adalah pengadaan CCTV di setiap RT/RW.

Hal ini disampaikan wali kota Risma jika permintaan RT/RW untuk pengadaan kamera CCTV di kampung masih belum dapat dipenuhi. Alasannya, biayanya yang dibutuhkan cukup besar.

Untuk itu, agar kondisi kampung tetap terjaga dari segala macam tindak kejahatan, wali kota meminta dukungan kepada RT/RW untuk menjalin komunikasi antar warga masyarakat dan peduli terhadap keselamatan anak-anak.

“Perlindungan anak menjadi konsen saya, kalau tidak dilindungi kelak mereka akan menjadi pelaku. Ayo kita awasi dan selamatkan bersama anak-anak dari kejahatan,” ajak Wali Kota Risma di sela-sela sambutannya.

Ke depan, agar anak-anak tidak menjadi korban, wali kota perempuan pertama di Surabaya akan mengumpulkan psikolog untuk mensosialisasikan perlindungan anak di seluruh RT/RW. “Harus segera dilakukan agar orang tua melindungi anak-anaknya dari predator anak,” tandasnya.

Pembahasan selanjutnya terkait pembuangan limbah rumah sakit. Dikatakan Wali Kota Risma, sebanyak 4 ton limbah rumah sakit mencemari lingkungan di Surabaya.

Melihat hal itu, tahun depan, wali kota berencana untuk membangun lahan pembuangan lahan rumah sakit menggunakan dana APBD. “Proses pencairan dana dari pemerintah pusat cukup lama,” ungkap wali kota sarat akan prestasi itu.  

Ditanya soal pembangunan lahan pembuangan limbah rumah sakit, Wali Kota Risma menegaskan bahwa lahan pembuangan limbah rumah sakit hanya untuk Kota Surabaya, tidak untuk kota yang lain. “Lahan sudah kita siapkan, kalau dana yang dikeluarkan sekitar 100 miliar,” ujar  wali kota kelahiran Kediri ini.

Lebih lanjut, wali kota sarat akan prestasi menuturkan, keberadaan kebun raya mangrove belum ada di dunia. Alasannya, kebun raya yang masih dapat dilestarikan hanya ada di Surabaya.

“Itulah Surabaya dan ini peninggalan untuk anak cucu kita. Khusus lingkar luar barat insyallah selesai tahun ini,” tutur wali kota yang baru saja menerima penghargaan Lee Kuan Yew beberapa waktu lalu.  

Kendati demikian, wali kota menuturkan, tidak bisa selamanya membangun jalan secara terus menerus. Alasannya, biaya dan pemindahan orang yang dinilai berat. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya melakukan upaya lain dengan menghadirkan transportasi massal yang saat ini masih dalam tahap proses lelang. (SK1)


 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com