Kerahkan Manager PDAM Sidak di SIER Rungkut, Temukan Kehilangan Air 53% PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 02 April 2018 22:52

Surabayakita.com - Puluhan manager dan staf PDAM Surya Sembada Surabaya, Senin (2/4/2018), mendatangi perusahaan perusahaan yang ada di kawasan SIER Rungkut. Tujuannya untuk melakukan sidak alat pencatat meter penggunaan air PDAM yang dikonsumsi perusahaan perusahaan itu.

Sebab dari data yang ada di PDAM, mereka kehilangan air cukup banyak tiap tahunnya. Bahkan kalau ditotal uang bisa mencapai Rp 300 miliar pertahunnya.

Apa penyebab kebocoran itu? salah satunya ditengarai karena alat pencatat meter air sudah kadaluwarsa sehingga tak bisa mencatat penggunaan air secara akurat. Akibatnya PDAM merasa dirugikan.

Dari hasil sidak yang dilakukan di kawasan industri Rungkut itu ternyata benar seperti dugaan Dirut PDAM Surya Sembada Ir. Mujiaman Sukirno sebelumnya. Alat pencatat meter yang ada di tempat tempat pelanggan itu tak bisa berjalan optimal.

Kepada Surabayakita.com, Senin malam, Mujiaman mengatakan dari sidak itu masih ditemukan banyak kelemahan internal perusahaan. Di antaranya terkait sistem catat meter dan pengamanan meter pelanggan.

"Perlu kecepatan dalam penggantian meter yang macet, buram dan rusak. Kalau dibiarkan ini tidak baik," ujar Mujiaman.

Menurutnya dari kelemahan kelemahan itu berakibat pada hilangnya produksi air PDAM di kawasan industri Rungkut mencapai 53%. Angka ini lumayan besar dan secara otomatis mengurangi pendapatan PDAM yang semestinya.

"Segera ditindaklanjuti sebagai super prioritas ganti meter dan sistem  pencatatan meter. Prioritas berikutnya adalah penggantian 3000 meter golongan 4D yang macet," ujar alumnus ITS ini.

Mujiaman juga mengatakan perusahaan membentuk tim untuk menindaklajuti temuan taksasi dan meter macet. Termasuk membentuk tim untuk penanggulangan dampak komersial , hukum serta sosial politik. Untuk percepatan proses penanganan ini, PDAM akan membantuk tim gabungan.

"Pemasangan AMR untuk pelanggan premium segera dilaksanakan sesuai kemampuan keuangan perusahaan. Untuk kemungkinan pelanggaran sangat mungkin dan akan diputuskan oleh tim yang akan dibentuk," ujarnya. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com