Pemkot - LIPI Bangun Kebun Raya Mangrove 60 Hektar PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Minggu, 29 April 2018 18:28

Surabayakita.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama membangun Kebun Raya Mangrove terbesar di dunia. Lokasinya terletak di  Rungkut dan Gunung Anyar Surabaya seluas 60 hektar.

Proyek mendunia ini segera terwujud, ditandai dengan MOU antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, pada acara puncak Jaga Bumi di Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu, (29/4/2018).

Setelah menandatangani MOU, dilanjutkan  penyerahan prasasti dan bibit mangrove oleh Kepala Pusat Kebun Raya Indonesia kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Joestamadji.

MoU disaksikan secara langsung oleh Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI), Megawati Soekarnoputri bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan rasa terima kasih dan bangga karena Surabaya dipilih sebagai tuan rumah Jaga Bumi sekaligus dilaunchingnya Kebun Raya Mangrove Surabaya pertama di dunia.

"Akan menjadi sebuah kebanggaan yang luar biasa ke depannya. Kita buat penghijauan terus agar warganya betah,” kata Wali Kota Risma diiringi tepuk tangan dari warga.

Keberhasilan membangun lingkungan yang asri dan segar tidak hanya membuat warga nyaman tetapi juga mampu mengurangi suhu panas di Surabaya karena banyak warga banyak menanam dan membersihkan lingkungan.

“Ini sekarang sudah turun 2 derajat. Semoga, niat untuk menjaga lingkungan dapat diteruskan sampai anak turunan kita,” ujar mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan itu.

Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan, alasan mendirikan YKRI karena dirinya prihatin akan kondisi kebun raya di Indonesia saat dirinya menjabat sebagai wakil presiden. “Saya kemudian mengambil keputusan untuk membuat yayasan ini. Indonesia memiliki flora dan fauna terbesar dan oleh dunia diakui mampu menyumbang oksigen bagi dunia,” terang Megawati.

Bambang Subiyanto selaku Plt Kepala LIPI mengatakan masih diperlukan 47 kebun raya dan hingga saat ini masih terkumpul 42 kebun raya dari masing-masing kota yang telah mendaftar.

Bahkan menurut Bambang, kebun raya mangrove memiliki banyak manfaat bagi kelangsungan hidup manusia antara lain, menjadi penahan dari gelombang abrasi laut karena pemanasan global yang menyebabkan kenaikan laut, penyimpan karbon paling banyak 5 kali dari pada hutan serta mampu menjadi destinasi wisata.

“Banyak kota dan desa yang terancam punah karena ulah manusia, namun dengan adanya lahan seluas 2800 hektare, maka Surabaya siap menjadi paru-paru bagi kota di Indonesia dan dunia,” urai Bambang.

Joestamadji, Kepala Dinas Pertanian Kota Surabaya menambahkan ada 60 hektar luasan lahan yang disiapkan untuk Kebun Raya Mangrove di Surabaya Timur. Meliputi kelurahan Medokan Ayu, Wonorejo dan Gunung Anyar Tambak.

"MOU ini disiapkan untuk tiga tahun ke depan. Detailnya masih akan dibahas kemudian dan dikerjakan secara bertahap. Yang jelas dengan bekerjasama dengan LIPI maka di Kebun Raya Mangrove ini ada fungsi pendidikan dan penelitiannya," ujar Joestamadji.

Setelah ini master plannya akan disiapkan Kementrian PUPR. Pemkot Surabaya akan menyiapkan lahannya. Saat ini ada 14 jenis mangrove yang tertanam di hutan mangrove Wonorejo namun dengan kehadiran LIPI dimungkinkan jumlah itu akan bertambah. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com