Cuaca Panas Tak Surutkan Warga Antusias Tonton Surabaya Vaganza PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Minggu, 06 Mei 2018 20:10

Surabayakita.com - Surabaya Vaganza 2018 disambut antusias ribuan warga dalam dan luar kota Surabaya. Terbukti, untuk menyaksikan acara parade bunga dan budaya ini para penonton meluber di setiap pinggir ruas jalan yang dilewati rombongan parade.


Rombongan parade dengan 83 peserta ini mulai diberangkatkan di samping Tugu Pahlawan sekitar jam 8 pagi. Mereka lantas berjalan berurutan di sepanjang rute yang dilalui hingga di tempat finish Taman Bungkul Jl. Raya Darmo.

Nampak ribuan penonton berdesakan di sepanjang rute yang dilalui mulai Jl. Kramat Gantung - Jl. Runjungan - Jl. Gub Suryo - Jl. Panglima Sudirman - Jl. Urip Sumoharjo - dan Jl. Raya Darmo.

Ada tenda dengan tempat duduk model tribun  disiapkan Pemkot Surabaya, agar warga yang menonton Surabaya Vaganza ini nyaman. Namun tenda itu tidak muat menampung luberan penonton, seperti yang ada di depan Grahadi Jl. Gub Suryo. Penonton lebih memilih merangsek ke pinggir jalan.

Tampilan peserta parade dengan menghias mobil penuh dengan aneka warna bunga memang banyak membuat decak kagum para penonton. Demikian juga dengan tampilan peserta yang mengiringi mobil hias itu. Banyak penonton di sepanjang jalan yang meminta untuk berfoto sesaat dengan peserta parade.

"Saya suka melihat marching bandnya. Tampilan parade mobil hiasnya juga bagus. Tadi saya lihat ada peserta dari salah satu rokok juga bagus," kata Kristin, penonton asal Ploso Surabaya.

Ke 83 peserta ini di antaranya berasal dari SKPD Pemkot Surabaya, BUMD Pemkot Surabaya, perguruan tinggi, instansi/perusahaan juga duta dari kota tetangga dan juga kota-kota dari luar provinsi dan luar pulau.

Dari sekian ribu penonton itu, ada rombongan delapan negara anggota Unicef, yaitu perwakilan dari Indonesia, Malaysia, Cina, Vietnam, Myanmar, Philipina, Thailand, dan Kamboja juga turut menanti kedatangan peserta Surabaya Vaganza itu di Taman Bungkul.

Di tenda kehormatan yang ada di tempat finish Taman Bungkul, nampak walikota Tri Rismaharini bersama para tamu lainnya duduk berdampingan. Beberapa kali Risma juga menerima cindera mata dari peserta atau sekedar bersalaman.

Wali Kota Risma juga tak canggung-canggung menyapa anak-anak yang menjadi peserta Surabaya Vaganza itu, termasuk salah satu anak yang menabuh drum band. Bocah itu diberi kesempatan tampil di depan Wali Kota Risma dan para tamu undangan, dengan lihainya dia menabuh drum ban itu layaknya orang dewasa.

Berbagai penampilan dan atraksi dari peserta Surabaya Vaganza itu sangat diapresiasi oleh Unicef. Gunilla Olson, Kepala Perwakilan Unicef untuk Indonesia mengatakan semua penampilan dari peserta Surabaya Vaganza itu sangat bagus dan sangat fantastis.

"Penampilannya sangat bagus dan fantastis. Ini sebuah gambaran bahwa Bhinneka Tunggal Ika benar-benar terjadi di Kota Surabaya. Bu Risma juga sangat patut dijadikan teladan di Indonesia ini," ujarnya.

Wanita asal Swedia itu juga memastikan masa depan Kota Surabaya sangat cerah, terutama apabila memperhatikan anak-anak, terutama dalam pembangunan perekonomiannya. Sebab, mereka akan menjadi masa depan Surabaya di kemudian hari.

"Kota ini adalah kota perjuangan. Maka dari itu saya mohon kepada seluruh warga Surabaya untuk tidak boleh mengenal kata menyerah, dan putus asa. Dan tidak boleh lari kalau ada masalah. Mari kita hadapi dan selesaikan masalah secara bersama-sama," ujar walikota Surabaya Tri Rismaharini.(SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com