Kalah Digugat Pemkot, PT. IGLAS Persero Diminta Kosongkan Lahan Jl. Ngagel 153-155 PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 07 Mei 2018 20:48

Surabayakita.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini bisa bernafas lega. Hal ini menyusul dengan menangnya gugatan tahap pertama Pemkot Surabaya atas perkara sengketa lahan di Jl. Ngagel 153 - 155.


Sebelumnya lahan tersebut dulunya digunakan untuk memproduksi pabrik gelas, yakni bangunan PT. IGLAS (Persero). Lama perusahaan itu menggunakan lahan tersebut. Pemkot lantas melayangkan gugatan pada tanggal 26 Mei 2017, dengan nomor perkara 394/PDT.G/2017/PN.SBY.

Menurut Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Kota (Sekkota) Surabaya, Yayuk Eko Agustin, lahan yang digugat Pemkot Surabaya tersebut seluas 12.360 meter persegi.

Amar putusan menyatakan pertama lahan itu merupakan aset Pemkot Surabaya. Selain itu menyatakan bahwa penerbitan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) no 128 atas nama PT. IGLAS (Persero) tidak mempunyai kekuatan hukum dan dinyatakan batal.

Dan ketiga, memerintahkan kepada PT. IGLAS atau siapa saja yang menguasai lokasi tersebut untuk segera dilakukan pengosongan terhadap semua obyek kegiatan.

“Sidangnya selesai Senin (7/5/2018) tadi, untuk prosesnya memang lumayan lama. Namun dengan rahmat Tuhan, akhirnya gugatan Pemkot Surabaya dikabulkan oleh  pengadilan negeri Surabaya untuk kasus ini,” kata Yayuk.

Disampaikan Yayuk, setelah pihaknya memenangkan gugatan tahap pertama, pengadilan negeri Surabaya masih memberikan waktu selama 14 hari kepada pihak tergugat, apakah akan menyatakan banding atau tidak.

“Kita masih menunggu dalam jangka waktu 14 hari, apakah mereka akan menyatakan banding atau tidak,” jelasnya.

Sebelumnya, kata dia, lahan yang menjadi sengketa tersebut bermula ketika pihak tergugat menyewa lahan yang berlokasi di Jalan Ngagel No 153-155 Surabaya pada tahun 1979.

Namun kemudian berganti nama perusahaan dengan status ijin pemakaian tanah tanpa sepengetahuan pihak Pemkot Surabaya. Selanjutnya pada tahun 2004, tiba-tiba muncul sertifikat HGB atas nama PT. IGLAS.

“Dulu awalnya mereka menyewa dan kemudian beralih fungsi dan kepemilikan. Namun tahun 2004 muncul sertifikat HGB atas tanah tersebut,” terangnya.(SK1)

 

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com