Tournament Badminton Walikota Surabaya, Pebulutangkis Berebut Masuk Final PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Sabtu, 12 Mei 2018 18:15

Surabayakita.com - Para pebulutangkis peserta Tournament Badminton Walikota Surabaya Internasional Open 2018 herus berjuang keras mengamankan posisinya agar bisa melaju mulus ke babak semifial dan final. Tournament internasional ini memasuki babak semifinal, Sabtu (12/5/2018).

Di GOR Sudirman Surabaya melangsungkan  partai pertandingan diantaranya di nomor tunggal taruna putri, Uchiyama Chihiro akan menantang Someya Nanami.Di nomor tunggal pemula putra, Iwano Koya berhadapan dengan Saito Shun.

Di nomor ganda taruna putra, pasangan Bernadus Bagas Kusuma Wardana-Dwiki Rafian Restu melawan pasangan Daniel Marthin - Leo Rollycarnando. Sedangkan ganda taruna putri, pasangan Mizui Hirari-Uchiyama Chihiro menghadapi Mia Dian Nurlia-Muzammil Elya Tantri.

Untuk bisa melaju ke babak babak akhir para pebulutangkis dituntut untuk bermain efektif. Untuk itu tak hanya stamina prima yang dibutuhkan tetapi juga skill bermain yang baik.

Sebab untuk bisa maju ke babak semifinal mereka sudah menunjukkan permainan ngotot dengan spirit tinggi. Faktor mental juga menjadi penentu terutama para pebulutangkis dari luar negeri yang bermain jauh dari keluarganya.

Edyanto Sabarudin dari Bidang Pertandingan Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia PP PBSI, mengatakan klub besar seperti Djarum, Exist, Jayaraya dan Mutiara mendominasi di babak penentuan.

Namun Edyanto menyayangkan karena klub besar di Jawa Timur tidak banyak  memunculkan pebulutangkisnya di babak semifinal. Padahal ini bermain di 'rumah' mereka sendiri yang mestinya menjadi modal besar meraih kemenangan.

"Kami lihat persaingan masih didominasi klub klub besar tanah air. Buktinya klub seperti Djarum, Exist, Jayaraya kemudian ada klub Mutiara masih mewarnai persaingan," ujarnya.

Selain klub lokal, juga beberapa semifinalis datang dari luar negeri. Seperti dari Jepang dan Singapura. Klub Viva asal Sidoarjo menjadi harapan wakil dari Jatim untuk berbicara di ivent tahunan ini karena hanya mereka yang tersisa.

Fuad Benardi, ketua panpel, berharap masyarakat bisa memberikan dukungan moral kepada para pebulutangkis Indonesia. Dukungan ini penting untuk menjadi obor penyemangat para atlet Indonesia sehingga bisa mendulang prestasi di ajang berhadiah total Rp 175 juta ini. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com