Pengangkutan Sampah Warga ke TPS Batam Gratis, Bisa Diadopsi Surabaya? PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 17 Mei 2018 14:14

Surabayakita.com - Pansus Raperda Sampah Komisi B DPRD Surabaya melakukan komparasi soal penanganan sampah ke Kota Batam. Ternyata ada perbedaan penanganan sampah antara Surabaya dan Batam.


Selama ini penanganan sampah di Surabaya belum semuanya dibebankan kepada Pemkot Surabaya. Melainkan warga juga ikut swadaya mengelola sampah, khususnya saat pembuangan dari rumah ke tempat pembuangan sementara (TPS).

Menurut sekretaris Pansus Raperda Sampah Komisi B DPRD Surabaya, Edy Rachmat, Kamis (17/5/2018) selama ini warga Surabaya harus urunan untuk membayari tukang angkut sampah guna membuang sampah dari rumah ke TPS. Sedangkan hal semacam ini tidak terjadi di Batam.

Karena di Batam, semuanya sudah diurusi oleh pemerintahan setempat. Baik pembuangan sampah dari rumah menuju TPS. Maupun pengangkutan sampah dari TPS menuju tempat pembungan akhir (TPA) sampah.

"Kalau di Batam semuanya sudah dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. Baik mulai dari rumah hingga TPS atau dari TPS sampai TPA," ujar politisi asal Partai Hanura usai mengikuti kunker sampah di Batam sejak Selasa lalu.

Sebelumnya di tim pansus juga ada opsi untuk membebaskan warga dari swadaya pengangkutan dari rumah ke TPS. Tapi itu masih menjadi wacana di tataran tim pansus, belum menjadi keputusan apakah pola lama diteruskan atau diganti model baru.

Menurut Edy Rachmat pada Surabayakita.com, Batam sendiri sebelumnya juga belajar banyak tentang pengolahan sampah di Surabaya. Mulai dari pemilahan sampah, kompos sampai pengangkutannya ke TPS dan TPA.

Kini mereka menerapkan hasil belajarnya di Surabaya itu dalam pengelolaan sampah kota Batam. Batam juga berencana untuk menggandeng pihak swasta dalam pengolahan sampahnya dalam waktu dekat.

Menurut Edy Rachmat, saat ini tengah dimatangkan pembahasan payung hukumnya sebagai landasan kerjasama dengan pihak ketiga. Kalau kerjasama seperti itu Surabaya sudah mendahului dengan menggandeng investor untuk pemusnahan sampah dikonversi menjadi energi listrik.

Di Surabaya sendiri swadaya masyarakat untuk mengangkut sampah memang hanya sampai TPS saja. Dari TPS menuju TPA ditangani Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau.

Retribusi untuk pengangkutan sampah dari TPS ke TPA sendiri di kota Pahlawan tidak mahal. Berkisar sekitar Rp 500 per KK. Uang pembayaran ini dibayarkan melalui rekening pembayaran PDAM setiap bulannya.

"Kami di pansus masih mematangkan konsep raperda sampah ini. Apakah nantinya tetap membayar retribusi atau dibebaskan sama sekali. Masih dibicarakan bersama bagaimana baiknya," kata Edy Rachmat.

Pansus Raperda Sampah komisi B juga memunculkan ide untuk menambah sanksi bagi pelanggar yang membuang sampah sembarangan. Ini untuk memberikan shock teraphy bagi masyarakat sebab selama ini sanksi itu sebenarnya sudah ada tapi terkesan jalan di tempat. (SK1)

Foto dari kanan : anggota komisi B DPRD Surabaya Binti Rochma, Rio Patiselano, Zakaria dan Edi Rachmat

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com