Pemilik Outlet Pizza Ini Menangis Terseduh di Komisi A, Kenapa? PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 28 Mei 2018 22:00

Surabayakita.com - Ny. Titik Loekito tiba tiba menangis tersedu sedu ketika berada di ruang komisi A DPRD Surabaya, Senin (28/5/2018) siang. Didampingi anaknya bernama Daniel, perempuan berusia sekitar 55 tahun itu menceritakan bisnis Pizza nya terancam gulung tikar karena outletnya tak memiliki akses keluar masuk yang cukup.


Pengaduan dua orang warga Kalijudan siang itu ditemui Herlina Sanjoto ketua komisi A DPRD Surabaya. Selain itu juga turut hadir dalam hearing itu Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, staf dari Dinas Perkim CKTR dan Dishub Surabaya.

"Tolonglah buk. Saya minta tolong dengan sangat. Usaha saya ini sekarang sepi tidak ada pembeli karena akses jalan masuknya tidak memenuhi syarat. Tolong saya diberitahu bagaimana caranya agar bisa membuat akses masuk dari jalan MERR," ujar Ny. Titik kepada Herlina dalam hearing itu.

Ny.Titik Loekito menceritakan tempat usahanya itu berada di Jl. Kalijudan 208. Hanya saja lokasi bangunan usahanya yang digunakan sebagai outlet Pizza One itu menyulitkan para pelanggannya yang akan membeli pizza.

Pasalnya lokasi outlet itu berada persis di dekat lampu traffic light (TL) sehingga menyulitkan pembeli yang akan berhenti memarkir kendaraannya. Karenanya Ny. Titik minta bantuan agar tembok rumahnya yang bersebelahan dengan jalan MERR bisa ditembuskan ke jalan tersebut.

"Selama ini sering terjadi serempetan kendaraan yang mau parkir dengan kendaraan yang lewat, karena memang lokasinya sangat berdekatan dengan lampu stopan di situ. Makanya kami minta tolong agar diberi kemudahan untuk membuat akses jalan masuk dari jalan MERR," ujarnya masih dengan suara tersedu.

Ny. Titik berharap permohonannya ini bisa dikabulkan. Sebab kondisi yang sama juga dialami tetangganya di Mulyorejo dan bisa. Keduanya juga bisa membuat akses tembus ke jalan MERR. Ny. Titik juga bersedia kalau tembok rumahnya nanti dibuat sarana penghijauhan dengan pot pot gantung untuk tanaman bunga.

Karena kondisi ini, membuat Pizza One kini makin dijauhi pembeli. Akibatnya penjualan Pizza One menurut Ny Titik juga ikut turun omzetnya. Jumlah karyawan kini juga tinggal empat orang saja.

Oleh ketua Komisi A Herlina, Ny Titik disarankan untuk membuat perubahan IMB tempat usahanya ke Pemkot. Juga mengajukan izin amdal lalin yang baru sekalian.

"Yang penting ajukan dulu. Kalau ibuk tidak mengajukan jelas tidak tahu apakah permintaan ibuk ini diperbolehkan Pemkot atau tidak. Ini kebetulan ada Dinas CKTR di sini," ujar politisi Partai Demokrat itu. (SK1)

Foto : Ny. Titik Loekito

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com