Kepala Dinas Damkar dan DP5A Dimutasi, Risma: Kami Evaluasi Semua Pejabat Pemkot PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 31 Mei 2018 23:30

Surabayakita.com - Usai memimpin kegiatan peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 725, walikota Surabaya Tri Rismaharini melakukan mutasi dua pejabat eselon II di Pemkot Surabaya, Kamis (31/5/2018) siang.

Dua pejabat perempuan yang terkena mutasi kali ini, Chandra Oratmangun Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Antiek Sugiharti kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya  .

Chandra Oratmangun dilukir menjadi Kepala DP5A sedangkan Antiek Sugiharti digeser menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Pariwisata. Sebelumnya jabatan Kepala Dinas Pariwisata masih kosong, Kasatpol PP Irvan Widyatno ditunjuk sebagai plt.

Kini setelah Dinas Pariwisata punya pejabat definitif, giliran Dinas Damkar yang tak memiliki pejabat tetap. Karena itu walikota kembali mengisinya dengan pejabat plt. Tugas plt itu kembali diemban Irvan Widyatno.

Pelantikan dua pejabat perempuan ini berlangsung singkat di balai kota. Chandra Oratmangun sudah cukup lama memimpin Dinas Damkar Surabaya, hampir lima tahun. Sedangkan Antiek Sugiharti baru beberapa bulan saja menempati jabatan Kepala DP5A.

Dulu, pada awal penunjukan Chandra Oratmangun sebagai Kepala Dinas Damkar Surabaya cukup menyita perhatian khalayak. Pasalnya dia merupakan perempuan pertama yang bisa menduduki jabatan Kepala Dinas Damkar. Sebelumnya jabatan itu selalu disematkan kepada pejabat laki laki.

Selama mengemban tugas di Dinas Damkar, Chandra Oratmangun senantiasa turun ke lapangan terutama apabila terjadi musibah kebakaran. Dengan terus menenteng HT, perempuan ini juga tak jarang ikut terlibat mengolor slang air untuk membantu anak buahnya. Tim pemadam perempuan ,Srikandi, juga lahir saat Chandra Oratmangun memimpin Dinas Damkar.

Di kalangan pers Surabaya, Chandra Oratmangun juga dikenal sebagai sosok pejabat yang simpatik. Pejabat asal Sulawesi ini sangat mudah dihubungi. Tidak segan mengangkat telepon selulernya apabila ada awak media yang minta data atau konfirmasi terkait kejadian kebakaran. Tentu ini sangat membantu tugas jurnalistik untuk menyampaikan info yang benar kepada masyarakat Surabaya.

Hanya saja kebakaran di rumah kost yang ada di Jl. Kebalen Kulon II/9 Surabaya tanggal 29 Mei lalu menjadi kado pahit baginya sebelum mengakhiri tugasnya di Dinas Damkar. Sebab akibat kebakaran itu  ada 8 orang meninggal yang menjadi korban musibah yang terjadi dua hari sebelum HUT Surabaya itu. Namun ini tentu bukan kesalahannya.

"Kami terus melakukan evaluasi terhadap kinerja semua Kepala SKPD. Evaluasi tersebut dilakukan secara rutin untuk memaksimalkan kinerja masing masing SKPD. Mutasi ini sudah berdasarkan evaluasi terhadap kinerja SKPD," ujar walikota Risma ketika ditemui usai peresmian air mancur ITS pada Kamis malam.

Selanjutnya untuk mengisi jabatan yang masih kosong di Pemkot Surabaya walikota tidak mau 'grusa grusu'. Akan dicari figur yang pas dengan tugasnya melalui mekanisme yang ada.

Kini ada dua jabatan di Pemkot Surabaya yang masih kosong alias tak punya pejabat definitif. Keduanya selain Kepala Dinas Damkar juga Kepala Bappeko.

"Untuk mengisi dua jabatan ini kami tak bisa 'grusa grusu'. Intinya pejabat itu yang penting harus memiliki integritas dalam melaksanakan tugas tugasnya. Kami masih melakukan evaluasi," ujar walikota dari PDIP ini. (SK1)

Foto : Chandra Oratmangun bersama anak buahnya ketika terjadi kebakaran

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com