Ramadhan Perolehan Pembayaran Pajak dan Retribusi Surabaya Alami Penurunan PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 05 Juni 2018 15:52

Surabayakita.com - Suasana bulan Ramadhan ini ternyata juga ikut menurunkan antusiasme masyarakat untuk beraktivitas binis. Hal ini nampak pada menurunnya jumlah masyarakat yang membayar pajak di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya.

Selama Ramadhan ini memang tak ada yang berubah di loket loket pembayaran yang disediakan BPKPD. Para petugas yang stand by di loket loket di lantai 1 tetap bekerja seperti biasanya.

Tidak ada pengurangan jam kerja pada Ramadhan ini. Bahkan Sabtu juga tetap diintruksikan untuk bekerja seperti sediakala melayani pembayaran pajak dan retrbusi daerah dari masyarakat.

Yang berubah adalah jumlah pembayaran pajak dan retrbusi daerah yang datang ke loket loket. Tidak seperti pada hari sebelum Ramadhan, jumlah lebih sedikit.

Apakah ini menunjukkan ada pengurangan antusiasme masyarakat membayar pajak? Menurut Yusron Sumartono Kepala BPKPD Kota Surabaya yang dihubungi Surabayakita.com, Selasa (5/6/2018), memang ada penurunan jumlah pembayar pajak meski tidak terlalu signifikan.

"Ini biasanya omzet usahanya menurun. Tapi menurunnya seberapa persen belum bisa dipastikan. Biasanya nanti kelihatan di pembayaran pada bulan depan. Kalau sekarang belum kelihatan," ujar Yusron Sumartono.

Termasuk juga ada penurunan berapa persen dalam perolehan pembayaran pajak di Pemkot Surabaya. Baru bisa dihitung pada evaluasi berikutnya, tidak bisa dilihat sekarang.

Sementara terkait dengan rencana walikota Surabaya Tri Rismaharini akan menaikkan target PAD Pemkot Surabaya tahun 2019 mendatang, Yusron belum bisa menjawab apa saja langkah yang akan diambil.

Sebab masalah tersebut kini masih dibahas di Bappeko Surabaya untuk mengkonkritkannya.Sementara itu pada tahun 2018 ini target pajak daerah ditetapkan  sebesar Rp 3,5 triliun.

PAD tersebut di antaranya berasal dari pajak jual beli tanah atau rumah atau biasa  disebut BPHTB. Selain itu target tersebut bisa dikejar melalui pajak restoran yang saat ini di Surabaya terus tumbuh tempat kuliner baru.

"Sekali lagi kita bukan memaksa naik. Tapi kami tetap akan berusaha untuk mencapainya. Properti masih akan terus berkembang, ini akan mendongkrak BPHTB. Pajak restoran juga begitu akan banyak mal mal baru yang akan buka," ujar Yusron beberapa waktu lalu.

Tahun 2018, BPKPD juga akan menerapkan pajak online untuk beberapa jenis pajak. Masing masing pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan dan PBB. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com