Cegah Over Capacity Angkutan Barang, Dishub Lakukan Check Pakai Alat Portable PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Jumat, 08 Juni 2018 08:36

Surabayakita.com - Jelang lebaran ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya harus membagi konsentrasi, selain harus memastikan angkutan umum yang nyaman dan aman juga terus memelototi mobil angkutan barang. Sebab tak jarang ditemukan mobil angkutan barang yang tak mengindahkan aturan di jalan raya.

Mobil angkutan barang seperti truk, pick up atau mobil box yang berlalu lalang ternyata tak semua berbekal ketentuan yang berlaku. Apalagi menjelang Idul Fitri seperti ini merupakan moment banyak aktivitas pengangkutan barang untuk berbagai kebutuhan.

Antisipasi hal yang tak diinginkan utamanya agar kepentingan masyarakat banyak tidak terganggu, Dishub  Kota Surabaya melakukan operasi terhadap mobil angkutan barang di Jl. Rajawali, Kamis (7/6/2018). Penertiban dilakukan petugas gabungan Dishub, Kepolisian dan TNI.

Penertiban ini sebenarnya rutin dilakukan seminggu dua kali. Namun menjelang lebaran ini aktivitas mobil angkutan lebih marak dibanding sebelumnya sehingga juga perlu mendapat pengawasan.

"Pelanggaran yang kami temukan di lapangan biasanya karena muatan mereka melebihi yang diizinkan. Misalkan muatan maksimal 4 ton tapi diisi barang dengan berat 5 ton. Ini jelas mengabaikan keselamatan diri sendiri dan orang lain,  ini berbahaya," ujar Kepala Dishub Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat ketika dikonfirmasi Surabayakita.com.

Melebihi batas maksimum muatan jelas berpengaruh pada kondisi kendaraan. Barang muatan  sudah penuh sesak sampai menutupi kaca depan. Akibatnya sopir kesulitan untuk melihat haluan di sekitarnya.

Muatan yang over capacity juga berefek pada kekuatan as kendaraan tersebut sehingga tidak jarang ditemukan ada as mobil  patah ketika mengangkut banyak muatan di tegah jalan. Kalau sudah begini pengguna jalan lainnya dirugikan karena membuat macet.

"Kalau sudah as patah, tidak bisa langsung diderek ke pinggir atau ke tempat lain. Muatan barang harus diturunkan dulu sehingga butuh waktu lama, akibatnya macet tak bisa dihindari," tandas Irvan Wahyudrajat.

Selain itu kelebihan muatan juga menambah beban jalan. Aspal jalan akan riskan rusak karena banyaknya truk dan sejenisnya yang berlalu lalang dengan muatan kelewat batas beratnya.

Kepada truk/pick up/mobil box yang kedapatan melakuan pelanggaran, Dishub langsung memberi tindakan. Selain kelebihan muatan, angkutan barang tersebut tidak jarang buku uji kirnya mati. Jelang lebaran seperti ini banyak truk yang buku uji kirnya mati tetap beroperasi karena kejar setoran.

Sementara itu untuk test pengujian ini, Dishub membawa peralatan Axle Load Meter Portable. Alat ini bisa dibawa kemana saja sesuai dengan tempat operasi dilakukan. Dishub Kota Surabaya saat ini memiliki dua unit  Axle Load Meter Portable untuk membantu aktivitas para petugas melakukan penertiban. (SK1)




 

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com