Tingkat Partisipasi Pemilih di Pilgub Jatim 2018 Meningkat, Ini Penyebabnya PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 28 Juni 2018 23:17

Surabayakita.com - Tingkat partisipasi masyarakat Surabaya dalam Pilgub 2018 meningkat dibanding dengan agenda serupa tahun 2015 silam. Hal ini berdasarkan situng (sistem hitung) atau hitungan sementara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya.


Sampai dengan Kamis siang (28/6/2018), dari data yang masuk melalui situng yang dilakukan KPU Kota Surabaya menunjukkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat. Hal ini diakui Ketua KPU Kota Surabaya, Nur Syamsi.

Menurutnya pada Pilkada 2015 lalu, angka partisipasi masyarakat Surabaya tercatat 51,8 persen. Sedangkan untuk kali ini jumlah prosentase itu meningkat jika ditilik dari suara yang masuk di kecamatan kecamatan.

"Sampai siang ini situng kita yang masuk, tingkat partisipasi tercatat partisipasi 57 persen dari 93 persen suara yang masuk. Mudah mudahan di rekapitulasi berjenjang tidak mengalami pergeseran terlalu jauh," ujar Nur Syamsi ketika berada di kediaman walikota.

Nur Syamsi memberikan contoh untuk tingkat partisipasi di beberapa kecamatan. Kecamatan Karangpilang 58 persen sama dengan angka pilkada 2015. Sedangkan kecamatan  Bulak sebesar 60 persen.

Lantas apa yang mempengaruhi peningkatan partisipasi masyarakat ini? Nur Syamsi menjelaskan ketiga elemen, penyelenggara pemilu, peserta pemilu dan para pemilih memegang peranan penting dengan melakukan sinergi dengan baik. Sinergi antara tiga elemen ini yang ikut mempengaruhi kenaikan tingkat partisipasi masyarakat.

"Hari ini dimulai rekapitulasi di tiap kecamatan sampai tanggal 4 juli 2018. Tanggal 4 sampai 6 Juli akan dilakukan rekapitulasi di tingkat kota.  Selanjutnya finalnya dilakukan di tingkat propinsi sekalian akan diketahui siapa pemenangnya dalam pilgub kemarin," ujar alumnus Unesa ini.

Terkait kendala, Nur Syamsi menyebutnya tidak ada kendala yang perlu dikhawatirkan. Diakui memang ada kendala skala kecil namun segera bisa diatasi di tingkat kelurahan dan kecamatan sehingga cepat bisa diatasi.

Sementara sampai tengah hari saat wawancara dilakukan, Kamis siang, telah diinput  93,67 persen suara yang masuk. Dari data itu paslon khofifah-Emil mendapat 50,57 persen sedangkan Gus Ipul 49,43 persen.

"Tapi ini masih situng bukan rekap berjenjang resmi. Situng itu instrumen kita untuk memberikan informasi kepada publik," ujar Nur Syamsi.(SK1)

 

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com