Keputran Batal Dibongkar, Pedagang Diminta Pindah Sendiri PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 06 Mei 2010 12:11

Kekhawatiran terjadinya benturan fisik antara pedagang pasar Keputran dengan aparat akhirnya terhindarkan. Pasalnya Pemkot Surabaya bersama Polwiltabes Surabaya memilih untuk mencari cara lain agar tindakan represif bisa dihindari. Sementara pemindahan pedagang ke Osowilangun bisa berlangsung aman tanpa kericuhan.
Sejak Rabu siang (5/5) puluhan pedagang sudah siaga untuk menghadang jika petugas Satpol PP datang ke lokasi untuk mengangkuti bedak bedak mereka. Namun meski menjelang sore hari, ternyata kekhawatiran penertiban pedagang tersebut tak jadi dilakukan. Padahal pedagang sudah menyambut kedatangan aparat dengan membawa obor dan bendera merah.Akhirnya mereka hanya duduk duduk di depan hotel Brantas.

Meski penertiban urung dilakukan bukan berarti rencana pemindahan para pedagang tersebut batal atau ditunda. Sebab tim penertiban Pemkot Surabaya menempuh jalan lain untuk menghindari benturan fisik.

Sesuai hasil rapat di Polwiltabes pagi harinya, memang disepakati tidak ada penertiban dengan memaksa pedagang untuk angkat kaki dengan serta merta. Apalagi mengangkut paksa bedak dan dagangan para pedagang.

Pemkot Surabaya dan Polwiltabes memilih cara untuk memindahkan para pedagang secara halus. Yakni dengan cara jalur distribusi barang menuju Keputran sementara ditutup.

Untuk menghentikan pengiriman barang dagangan ke Keputran ini dengan mendirikan 6 pos pantau mengitari pasar tersebut. Masing masing, sudut jalan Sonokembang - Panglima Sudirman, Jl Kayun - Embong Kemiri, Jl.Karimun Jawa - Gubeng, Jl Sriwijaya - Polisi Istimewa dan Jl. Sulawesi - Bagong serta Jl Dr. Soetomo - Darmo.

Di setiap pos berupa tenda  tersebut disiagakan sekitar 15 orang gabungan Kepolisian dan Satpol PP. Pos pos ini dijaga mulai jam 7 pagi sampai 9 malam dan 9 malam sampai 7 pagi. "Mereka akan disiagakan untuk menghalau setiap mobil yang mengangkut barang menuju Keputran," ujar Arief

Budhiarto plt Kepala Satpol PP.Dalam rapat di Polwil yang juga diikuti oleh Eddy plt Kepala Dishub Surabaya itu juga diputuskan agar mobil pengangkut barang yang menuju Keputran untuk dialihkan ke Osowilangun.

Untuk menuju Osowilangun akan dikawal polisi sampai ditempat tujuan karena dikhawatirkan barang dagangan tersebut akan diturunkan di tengah jalan dan kembali ke Keputran. (red)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com