Pemkot Surabaya Tidak Memiliki Acuan Tertibkan Supermarket Modern PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 06 Mei 2010 20:08

Pemkot Surabaya bagaikan macan ompong dalam menyikapi keberadaan supermarket modern. Meski kehadiran mereka bisa mematikan usaha rakyat kecil, Pemkot Surabaya tak punya acuan hukum untuk mengambil tindakan.
Contoh terbaru dibukanya dua gerai Giant di Jalan Diponegoro dan Jalan Rajawali.Mereka tidak memerlukan perijinan dari Pemkot untuk membuka gerainya. Sebab Pemkot Surabaya belum memilikidasar hukumnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Surabaya Endang Tjatur Rahwati mengatakan, penertiban izin usaha modern memang sedang ditunda.Dasar hukum untuk izin-izin itu sedang dalam proses pembuatan.

"Setelahada Peraturan Presiden nomor 112 tahun 2007 tentang Pembinaan PasarTradisional, setiap usaha toko modern tidak harus dapat izin usaha toko modern (IUTM). Surabaya sedang mengurus perwali untuk dasar penerbitan izin itu," ujarnya di Surabaya, Kamis (6/5).

Karena itu, pihaknya menunda penerbitan izin baru. Namun, beberapa pasarmodern tetap beroperasi seperti dua gerai Giant di Jalan Diponegoro dan Jalan Rajawali. "Memang ada beberapa yang sudah beroperasi. Kami tidakberbuat apa-apa karena dasar hukumnya belum ada," ujarnya.

Kalaupun harus ada tindakan, itu menjadi kewenangan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Dinas itu bisa mengeluarkan rekomendasi ke Satpol PP untuk mengeksekusi tempat usaha.

Endang juga mengungkapkan, sebagian dari 3465 minimarket di Surabaya harus ditutup dengan pemberlakukan IUTM. Untuk mendapat IUTM, pemilik usaha harus mendapat IMB dan izin gangguan.

Untuk mendapatkan izin IUTM nantinya tidak sembarangan akan bisa diberikan. Karena harus sesuai dengan peruntukan lahan yang ditempati usaha tersebut. Jika tak sesuai maka IUTM tidak akan dikeluarkan.

Minimarket yang tidak punya IUTM tidak boleh beroperasi. Jika nekat beroperasi, akan didenda sedikitnya Rp 10 juta. "Sekarang kami tetap izinkan mereka beroperasi karena masih punya SIUP (Surat Izin usaha Perdagangan). Setelah SIUP habis, pilihannya harus mengurus IUTM atau tutup," tuturnya.(son)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com