Lewat TI, Ibu Rumah Tangga Bisa Berbisnis PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 25 Mei 2010 07:26

Peluang kaum ibu untuk berbisnis makin terbuka seiring perkembangan teknologi dewasa ini.  Dengan memanfatkan kemajuan fasilitas teknologi informatika (TI), mereka bisa berkarir di dunia bisnis yang dijalankan di rumah tanpa meninggalkan kewajibannya mengasuh anaknya.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), DR Dewi Motik Pramono dalam seminar ICT dan Entrepreneurship yang merupakan kerjasama antara pengurus Kowani Pusat dengan PT Telkom di Jakarta, Senin (24/5).

Acara tersebut juga disiarkan melalui jaringan teleconference dengan pengurus Kowani di lima kota besar, meliputi Surabaya, Balikpapan, Semarang, Makasar dan Bandung.

Dia menuturkan, kemajuan TI membuka peluang kerja dan bisnis bagi siapapun. Selama ini wanita merupakan pasar yang cukup signifikan dalam semua bisnis. Selain secara kuantitas lebih besar, mereka juga memiliki tingkat konsumsi yang cukup tinggi dibanding pria.

Wanita Indonesia harus mampu berproduksi, jangan hanya sebagai konsumen. Dengan memanfaatkan TI, mereka bisa menunjukkan dan memasarkan seluruh kreasinya pada pasar. Mereka tetap bisa berdagang mengenalkan salah satu produk bajunya dan produk lainnya sambil mengurus anak di rumah.

Kemajuan TI memberi kesempatan luas pada wanita untuk berkarir seperti pria. Kesetaraan gender yang dulu menjadi perjuangan setiap wanita Indonesia, kini lambat laun telah dicapai. “Wanita kini diberi dukungan berupa kepercayaan dan kesempatan,” ujarnya.

Dalam bidang TI, kata dia, wanita tak kalah dibanding pria. Kesabaraan, kepekaan, ketelitian, dan kepandaian berkomunikasi yang khas, menjadi kompetensi ‘mahal’ para wanita untuk berkarier di bidang ini.

Direktur Enterprise PT Telkom, Arief Yahya mengatakan, PT Telkom telah berupaya penuh memberikan peluang pada kaum wanita untuk berkarir dan mengembangkan kreasinya dengan fasilitas TI. Fasilitas yang menjadi bisnis utama PT Telkom memberikan peluang kepada semua lapisan bukan hanya golongan tertentu.

Indonesia yang memiliki jumlah penduduk sekitar 230 juta. Jumlah tersebut merupakan pangsa pasar bisnis yang cukup signifikan. Saat ini, Telkom telah memiliki sekitar 100 juta pelanggan yang memanfaatkan berbagai jenis layanan TI. Dari jumlah tersebut Telkom memiliki 10 juta item bisnis dengan nilai transaksi sekitar Rp 7 triliun. “Potensi tersebut adalah peluang bisnis yang cukup bagus dan siapapun berpeluang termasuk kaum wanita,” katanya.

CEO Plaza.com, Sinta Danu Wardoyo mengatakan, dengan fasilitas TI khususnya layanan internet, waktu kerja tidak mengenal batas dan menjadi hal lain yang membedakan dengan dunia lain. Para wanita juga bisa leluasa memasarkan produknya meski hanya sebatas dunia maya. Namun hal itu lebih efisien dan tanpa membutuhkan biaya yang mahal.

Wanita memiliki kelebihan-kelebihan yang berguna, di antaranya kemampuan berkomunikasi, kesabaran, dan multitasking. Sejak kecil, wanita dididik untuk bisa mengerjakan banyak hal dalam waktu yang bersamaan, hal ini berguna sekali untuk diterapkan dalam dunia TI yang serba cepat dan dinamis (red)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com