Puspa Agro Siapkan Lahan Tahap II PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Rabu, 09 Juni 2010 05:26

Ekspansi yang dilakukan PT.Jatim Graha Utama (PT.JGU) dalam Pengembangan Pusat Perdagangan Agrobis di Jemundo mendapat respon luar biasa. Saat ini Puspa Agro memastikan stand pasar tahap I sudah habis.
Tidak hanya itu, untuk pengembangan tahan kedua juga menunjukkan tanda tanda positip. Sebab calon pedagang yang ingin menempati stand di tahap II harus inden lebih dulu. Jika tidak inden bisa bisa mereka tidak kebagian lagi seperti tahap pertama.

Menurut Erlangga Satriagung, saat hearing dengan Komisi C DPRD Jatim, Selasa (8/6/2010), pada pembangunan tahap kedua sudah diinden konsumen 80 persen.

Menurut Erlangga, larisnya stand-stand tersebut karena murahnya harga sewa yang ditarif. Yakni Rp 1 juta permeter persegi. Dimana rata-rata ukuran stand yang disewakan adalah 3m x 3m. Harga tersebut adalah pembayaran sewa untuk durasi 10 tahun.

“Yang tahap dua, orang-orang sudah kasih uang muka Rp 1 juta,” terangnya. Nantinya, di pasar yang rencananya mulai operasi 17 Juni akan dikenakan biaya sewa retribusi barang yang dijual sebesar Rp 70 per kilogram.

Dengan harga yang murah tersebut, kata Erlangga, pihaknya belum bisa memberikan profit untuk pendapatan asli daerah dalam waktu dekat. “PAD tetap kita usahakan, tapi tidak banyak. Bisa maksimal menyumbang PAD setelah 7 tahun setelah proyek selesai semua 2011 nanti,” paparnya.

Erlangga yang pernah menjadi cawali Surabaya ini mengaku kepada anggota Komisi C, perlu disepakati  misi utama yang akan menjadi pijakan operasional Puspa Agro agar tidak terjadi salah persepsi antara masyarakat dengan pengelola.

Erlangga menegaskan misi utama Puspa Agro adalah membangunkan akses pemasaran bagi produk-produk agrobisnis Jatim. “Kita masih perlu mengembalikan investasi dari investor serta memberikan peluang sebesar-besarnya bagi petani,” jelas Erlangga.

Untuk Puspa Agro, lanjut Erlangga, dibangun dengan anggaran Rp638 miliar yang terdiri dari Rp300 miliar modal Pemprov Jatim serta sisanya dari para investor.

Sementara itu, anggota komisi C DPRD Jatim Suli Daim kurang sepakat dengan tidak adanya pemasukan PAD dari PT JGU. “Puspa Agro itu dikelola BUMD kita, jadi tetap wajib menyetor PAD berapapun nilainya, kita akan tetapkan targetnya,” kata politisi asal PAN ini. (red).

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com