Industri Mebel Jatim Serap 57 Ribu Tenaga Kerja PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 17 Juni 2010 05:44

Industri mebel Jawa Timur saat ini sekitar 5.076 unit usaha dan mampu menyerap tenaga kerja sekitar 57.543 orang. Saat ini, Provinsi Jawa Timur mempunyai potensi industri mebel yang besar yang tersebar di berbagai pelosok kabupaten/kota.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, Ir Zaenal Abidin MM saat membuka Pameran Mebel Produk Ekspor di Gramedia Expo Surabaya, Rabu (16/6/2010).

Dikatakannya, semangat para pengusaha mebel di Jatim sungguh luar biasa dalam ikut memajukan perekonomian di Jatim, meskipun saat ini kondisinya sedang berkompetisi di pasar global yang semakin sengit.

Kondisi di atas, menuntut semua  para pelaku usaha baik pemerintah maupun masyarakat untuk bekerjasama guna mempersiapkan diri dan mengambil langkah-langkah strategis agar ekonomi Jatim bisa tumbuh dan berkembang. Kerjasama antar pelaku usaha mebel sangat penting dalam mengoptimalkan peran dan kinerja masing-masing.

Pameran Mebel Produk Ekspor 2010 memiliki arti yang strategis terhadap pertumbuhan dan peningkatan produk-produk furnitur/mebel, sehingga dapat tumbuh seimbang bahkan lebih cepat terhadap produk furnitur berbahan baku di luar kayu.

Menurut data, dalam perkembangannya pasar ekspor mebel Jawa Timur dari tahun ke tahun semakin berkurang/mengalami penurunan yang signifikan. Pada 2006, nilai ekspor mebel Jatim sekitar 1.175,2 juta dollar AS, kemudian pada 2007 turun menjadi 1.141, 5 juta dollar AS atau 2,87 persen. Selanjutnya pada 2008 turun lagi menjadi sekitar 1.098,4 juta dollar AS atau 3,78 persen dibanding sebelumnya. Pada 2009 nilai ekspor furnitur turun lagi menjadi 967,2 juta dollar AS atau turun sebesar 11,94 peprsen.

Dengan terus menurunnya ekspor mebel Jawa Timur, maka memerintah melakukan terobosan mencarikan pasar ekspor baru di negara-negara Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Keadaan tersebut disebabkan karena adanya ekspor kayu olahan setengah jadi.

Untuk menjaga kontinyuitas atau kelancaran bahan baku industri mebel dalam negeri, maka Pemerintah Provinsi Jawa Timur berinisiatif untuk membangun terminal kayu di daerah Benowo Kota Surabaya. Rencana tersebut sudah dibahas pada lintas sektor baik di pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.

Dikatakannya, pertumbuhan industri mebel di era global ini memerlukan kerja keras dari semua pihak yang bergerak di sektor ini. Selain inovasi dan efisiensi di bidang produksi dan pelayanan, diperlukan juga upaya secara strategis dalam membangun apresiasi. Kemudian promosi yang efektif terus-menerus, sehingga tercipta jaringan usaha pasar yang luas kuat diantara para pelaku usaha. Yang selanjutnya akan bisa membangun inisiatif terhadap pembangunan dan perkembangan ekonomi wilayah.

Dalam upaya mewujudkan tekad dan optimisme dalam pengembangan industri mebel, maka diharapkan kegiatan pameran ini akan bisa mendorong kualitas produksi baik inovasi, penyempurnaan maupun desiminasi pemanfaatan jenis bahan baku kayu, rotan, enceng gondok, kayu kelapa dan lain-lainnya. Kegiatan pameran ini diharapkan bisa untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku kayu jati dengan memanfaatkan jenis kayu lain, seperti kayu mahoni, kayu karet, dan kayu kelapa.

Panitia Pameran Mebel Produk Ekspor 2010 dari PT Dyandra Promosindo, Ichwan Sofwan mengatakan, produk furnitur kayu dan produk rotan dalam negeri masih menempati posisi lemah dalam persaingan pasar domestik maupun global. Padahal, Indonesia termasuk penyuplai kayu dan rotan terbesar sedunia. Konsumen domestik masih tertarik kepada produk furnitur impor maupun mebel bermerek dengan harga yang tinggi.

Padahal, banyak produk mebel domestik dengan berbagai model desain berbahan baku kayu dan rotan sangat atraktif dengan kualitas andal. Untuk itu, sektor industri mebel dan produk rotan memerlukan apresiasi dan pembinaan dari berbagai jajaran khususnya terhadap persaingan pasar global dan perkembangan desain produk yang kurang diminati maka diperlukan promosi dan pameran yang kontinyu, seperti pameran mebel produk ekspor di Gramedia Expo.    

Pameran mebel produk ekspor akan berlangsung selama lima hari (16-20 Juni) dan diikuti oleh 54 pengusaha mebel dari berbagi daerah di Jawa Timur. Pamerah ini menampilkan berbagai macam jenis kerajinan mebel, seperti model antik hingga modern dari industri UKM dan pabrikan. Acara ini diselenggarakan untuk memberikan kesempatan dan apresiasi seluas-luasnya bagi produk mebel. Selain itu, gelar ini juga untuk meningkatkan pasar ekspor dan lokal industri kerajinan furnitur di Jatim (red)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com