SPBU Asing Khawatirkan Serikat Pekerja Pertamina PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Jumat, 02 Juli 2010 05:50

Serikat Pekerja Sepuluh November (SPSN) Pertamina mengkhawatirkan keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) asing yang ada di Indonesia. Keberadaan SPBU asing dapat mengurangi omzet pertamina, dan akan berdampak pada kelangsungan karyawan.

Ketua SPSN Pertamina, Kriswatiningsih,  Kamis (1/7/2010) mengatakan, kekhawatiran ini dikarenakan Public Service Obligation (PSO) atau kewajiban melayani publik di beberapa yang dikelola oleh pihak asing. Dengan berkurangnya satu unit pemasaran yang dikelola oleh asing maka turut manurunkan omzet pertamina.

Untuk itu ia meminta direksi untuk berkerja lebih keras dalam memenangkan tender. Salah satu wilayah yang masuk PSO-nya dikelola asing adalah Medan Sumatera Utara yang dikelola Petronas Malaysia.   

"Karena kalau PSO sudah diberikan kepada asing, maka Pertamina akan kehilangan dua fungsi utamanya, yakni sebagai penjual BBM retail dan suplai/distribusi. Itu berarti Pertamina akan menerapkan program restrukturisasi organisasi dengan agenda utama efisiensi tenaga kerja," katanya.

Sekarang Shell sudah mendirikan tiga SPBU-nya di Surabaya. Bisa jadi, mereka nanti berkeinginan memperoleh jatah PSO. Apalagi, pemerintah telah menetapkan 17 perusahaan berhak mendapatkan PSO dari 34 perusahaan minyak dunia yang mendaftar, dan hanya dua perusahaan dari dalam negeri. ”Itu ancaman nyata bagi karyawan Pertamina. Kalau pemerintah tidak membatasi keberadaan SPBU asing, dampaknya sangat besar bagi kami," katanya.

Kalau sampai itu terjadi maka yang pertama terkena dampaknya adalah tenaga kerja kontrak (outsourcing). Baru kemudian karyawan organik Pertamina. Bahkan bisa berdampak pada perampingan karyawan pertamina sampai 50 persen. Pertamina Region V, saat ini memiliki 500 karyawan untuk wilayah Jawa Timur, Bali, da Nusa Tenggara. Sedangkan karyawan yang masuk menjadi anggota SPSN sekitar empat ratus karyawan.

SPSN Pertamina yang mewakili karyawan Pertamina meminta direksi untuk memenangkan tander PSO. Pulau Jawa ke depan merupakan daerah yang masuk dalam PSO-nya yang ditenderkan pada perusahaan lain.

Sedangkan Jatim saat ini masih bagian dari PSO pertamina. ”Medan memiliki infrastruktur yang bagus, sehingga asing memilihnya, sedangkan yang infrastrukturnya tidak baik tidak dilirik dandiberikan pada pertamina,” katanya (red)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com