450 Ribu K2 Rawan Di-PHK PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Minggu, 16 Februari 2014 08:51

Surabayakita.com - Sebanyak 450.000 tenaga honorer berstatus kategori 2 (K-2) se Indonesia berharap cemas karena berpotensi statusnya tak diperpanjang alias di PHK.

Hal ini berkaitan erat dengan pemberlakuan UU tentang Aparatur Sipil Negara yang tidak menerapkan lagi aturan honorer. Yang ada selain PNS hanya pegawai dengan status pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja (PPPK).

Namun hingga kini PPPK ini belum disertai petunjuk teknis terkait dengan aturan mainnya termasuk bagaimana model pengangkatannya dan lainnya. Sehingga PPPK juga belum bisa diterapkan hingga saat ini.

Namun karena aturan ini belum turun maka instansi juga kesulitan untuk penerapan pengangkatan PPPK. Karena kondisi ini maka status K2 menjadi terancam karena otomatis bisa tidak diperpanjang.Sebab untuk menggaji mereka sudah tak ada lagi landasan hukumnya karena gaji para pegawai ini diambilkan dari APBD / APBN.

Setiawan Wangsaatmaja, Deputi SDM Kemen PAN-RB mengatakan setelah UU baru terbit memang tak ada lagi istilah honorer."Memang sudah tak dikenal lagi istilah honorer. Para tenaga honorer itu dikembalikan kepada instansi dimana mereka diangkat dulu," katanya.

Pengangkatan tenaga PPPK ini nanti tak bisa dilakukan seenaknya seperti yang terjadi pada K2 sekarang. Dimana setiap unit kecil sekalipun seperti sekolah bisa mengangkat sendiri tenaga honorer.

PPPK akan dimonitor secara nasional. Bentuk pengangkatannya akan disesuaikan dengan analisis beban kerja sehingga jumlah tenaga yang akan diangkat bisa diawasi. Pengangkatan PPPK ini sangat mirip dengan pengangkatan PNS. (red)




 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com