Semangat Kerja Pasca Libur Panjang PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 05 Agustus 2014 08:24

Surabayakita.com - Usai 'istirahat' dari rutinitas harian dan menikmati libur panjang Hari Raya Idul Fitri dan cuti bersama, kini masing masing kita sudah harus memulai lagi aktifitas normal. Banyak agenda dan rutinitas yang menanti untuk dikerjakan.

Suasana kampung halaman yang masih alami, udara segar dengan pemandangan desa yang asri membuat kita betah berlama-lama di kampung halaman. Apalagi bertemu dengan saudara, handai taulan dan teman masa kecil, membuat kita teringat pada amasa lalu, juga membuat kita ingin lebih lama lagi ada di antara mereka.

Minggu pertama masuk kerja menjalani rutinitas adalah saat yang agak sulit untuk kita. Jangankan meningkatkan produktivitas dan mengejar target-target, untuk bangun pagi kadang masih susah, kalaupun sudah ada di kantor, yang dikerjakan bukannya membuka email yang ada kaitannya dengan pekerjaan, tapi sibuk bergadget, membuka foto-foto yang sempat diabadikan ketika bertemu dengan teman lama atau keluarga besar sambil senyam-senyum sendiri.

Psikolog dari Klinik Psikologi Mother Maria Surabaya, Asteria R saroinsong, S.Psi mengatakan, “holiday syndrome” itu merupakan hal wajar yang dirasakan oleh banyak orang. Selama liburan panjang kita tidak ada kewajiban atau keharusan rutin yang membuat kita under pressure, sehingga membuat kita merasa nyaman tanpa beban.

“Tidak ada target, tidak ada deadline, tidak ada client telepon, tidak mengerjakan tugas-tugas manajemen, tidak ada meeting, bisa bangun siang, bisa makan di manapun kita suka, bertemu dengan teman, saudara dan handai taulan. Semua itu membuat liburan sangat menyenangkan. Tapi sebagai manusia yang dinamis, kita harus realistis,” kata Asteria pada Surabayakita.com.

Sebelum terjebak dalam mood yang negatif di tempat kerja, Asteri membagi tips agar liburan panjang yang menyenangkan tidak mengganggu produktivitas kerja anda.

^ Realistis ^
Liburan panjang adalah sama dengan bekerja. Yang juga merupakan rutinitas yang kita lakukan. Bedanya, kalau bekerja adalah rutinitas setiap hari, sedangkan libur panjang adalah rutinitas setiap tahun, atau mungkin setiap periode tertentu. Live must go on. Kembali bekerja adalah realitas yang tidak bisa kita hindari, harus kita jalani agar kita dapat menikmati libur panjang lagi suatu saat nanti.

^ Update Status ^
Kalau memang belum bisa melepas gadget, update status di sosial media yang bikin kita semangat. Misalnya, “Go go go... Cari duit lagi. Yukkk Marrri...”, “Halllooowww..... start working...  keep spirit....”, “Mau liburan lagi...? Kerja dooonk.... semangaaaat...” Dan masih banyak lagi kata-kata dan ide-ide status kreatif yang membuat kita termotivasi untuk tidak malas.

^ Berpikir Positif ^
Setelah libur panjang, kita perlu mengembalikan semangat kerja dengan selalu berpikir positif. Tidak harus dengan mematok ekspektasi yang tinggi, tapi pikirkan target dan tujuan anda bekerja. Tentukan apa yang ingin anda capai dalam karir anda. Pikiran positif tentang harapan masa depan akan memudahkan kita melakukan penyesuaian diri dari suasana liburan pada suasana bekerja yang penuh dinamika.

^ Jaga Kebugaran Tubuh ^
Olah raga yang cukup, tidur yang berkualitas, asupan makan dan nutrisi sesuai kebutuhan tubuh, akan membuat kita sehat dan bugar. Tubuh yang bugar dan jiwa yang sehat akan memudahkan anda melawan rasa malas sehingga anda dengan ringan dan semangat menjalani rutinitas bekerja.

^ Ritme Kerja ^
Minggu pertama bekerja, anda tidak perlu overcommit, harus menyelesaikan semua pekerjaan yang menumpuk. Ciptakan ritme kerja yang membuat anda nyaman. Mulailah mengerjakan yang ringan-ringan atau yang tingkat kesulitannya tidak terlalu tinggi.

^ Kerja Itu Ibadah ^
Kata-kata itu sangat manjur sebagai motivasi kita untuk bekerja. Kerja Itu Bagian Dari Ibadah. Ibadah bukan hanya sekedar kewajiban tapi kebutuhan. Dengan bekerja kita bertanggungjawab pada pemenuhan hak keluarga, orang tua, saudara, orang-orang yang membutuhkan dan tentu untuk memenuhi kebutuhan pribadi diri kita. Jangan jadikan bekerja sebagai beban tapi bagian dari aktivitas ibadah.

^ Tersenyum ^
Senyum bisa meringankan beban. Entah itu beban kita sendiri atau beban orang lain. Supaya hari-hari awal bekerja menyenangkan, jangan lupa selalu tersenyum setiap bertemu dengan rekan kerja atau siapapun yang ada di dekat kita. (Endah)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com