Alihkan Aktivitas Anak Ber-Gadget Dengan Menulis PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 14 Oktober 2014 12:31

Surabayakita.com – Anak masa kini tidak dapat terpisahkan degan gadget. Selain karena memang menjadi bagian dari kebutuhan gaya hidup, gadget juga tidak melulu berdampak negatif tapi juga positif. Bagaimana memotivasi anak yang kecanduan gadget untuk kegiatan positif ?

Bila anak terlalu sering bergadget, dampak negatifnya terjadi jika penggunaan gadget tak terkendali karena bisa merusak konsentrasi anak. Karena anak akan lebih “betah” berlama-lama dengan gadget daripada lingkungan sekitarnya.

Anak akan mengalami kecanduan gadget dan akan kurang mampu bersosialisasi di kehidupan nyata, dan kurang memiliki rasa empati terhadap sesama. Selain itu juga membuat anak malas belajar, malas membaca buku, malas menulis, bahkan malas bergerak sehingga anak dengan gampang akan mengalami obesitas.

Sedangkan manfaatnya, dengan gadget orang tua bekerja dapat memantau keberadaan dan aktivitas anak. Orang tua dan semua anggota keluarga bisa tetap menjaga komunikasi meskipun terpisah dengan jarak.

Selain manfaat komunikasi, anak juga bisa belajar banyak hal dari gadget, yakni beragam fitur dalam gadget dapat meningkatkan wawasan dan keilmuan anak. Selain itu dengan gadget ternyata anak sekarang juga memiliki banyak teman termasuk dari mancanegara karena berteman di sosial media. Pertemanan lintas negara melaui sosmed memang ada sisi positif dan negatifnya juga. Positifnya anak memiliki kemampuan berbahasa asing.

“Karena perkembangan teknologi yang pesat itulah, maka orangtua perlu menjaga anak supaya terhindar dari dampak negatif teknologi, tapi justru mendampingi anak mengambil manfaat dari gadget. Tak perlu cemas dan jangan melarang anak menggunakan gadget. Tapi ortu harus mengedukasi anak agar bijak menggunakan gadget. Salah satunya ajari anak untuk menulis,” kata Nindia Nurmayasari, S.Psi, praktisi pendidikan yang juga penulis,  pada Surabayakita.com.

Menulis merupakan aktivitas yang sangat positif untuk anak-anak. Memang tidak semua orang bisa menulis, tidak semua orang mau menulis, dan tidak semua orang mampu membuat tulisan yang bagus. Tapi jika menulis diajarkan pada anak sejak dini, anak akan memiliki aktivitas positif yag membuat anda tidak khawatir anak anda hanya berteman dengan gadhet sehari-hari, dan yang pasti anak akan memiliki kebanggaan tersendiri sebagai penulis.

“Menulis itu akan bikin kita ketagihan, apalagi kalau tulisan kita dimuat di suatu media, dibaca banyak orang, penulisnya akan merasa senang karena ide, pemikiran, gagasan, opininya dibaca dan bermanfaat bagi banyak orang. Dan yang lebih ketagihan lagi jika kita sudah punya karya berupa buku, itu luar biasa. Dan orang tua pasti bangga punya anak penulis,” imbuh perempuan yang telah mencetak beberapa penulis cilik di Surabaya ini.

Orang dewasa saja mengalami banyak kesulitan ketika akan menuangkan ide ke dalam sebuah tulisan, bagaimana dengan anak-anak yang masih memiliki kemampuan terbatas, dengan kekayaan kosa kata yang minim. Jangan khawatir, berikut berbagi tips untuk para orang tua, bagaimana mendampingi anak menulis.

~    Ajari Sesuai Usia

Mengajarkan dan mengajak anak menulis harus disesuaikan dengan usia, karena kemampuan kognitif anak berbeda-beda. Anak usia kelas 1, 2 dan 3 SD kemampuan kognitifnya berbeda dengan anak usia kelas 4, 5 dan 6. Pada kelompok usia kelas 1, 2 dan 3 kemampuan kognitifnya lebih rendah dari anak usia kelas 4, 5 dan 6 SD. Untuk merangsang anak tertarik menulis, pemberian stimulasi harus sesuai dengan usia.

~    Cara Menstimulasi

Untuk anak usia kelas 1,2 dan 3 SD bisa dirangsang dengan gambar. Anak-anak diberikan gambar yang biasanya anak tertarik seperti gambar kucing yang lucu, atau gambar lain. Anak diminta untuk mengamati gambar itu, sambil ditanya-tanya, “Kucingnya lucu bangeeet.... eh.. kalau dikasih nama, nama yang paling bagus apa ya..? Terus kalau kita ajak jalan-jalan ke mall mau nggak ya... ?” Dan pertanyaan lain yang intinya utuk menggali cerita dan ide anak. Kemudian anak diminta untuk menuangkan dalam tulisan. Sedangkan anak usia kelas 4, 5 dan 6 SD, yang telah memiliki kamampuan kognitif lebih bagus, dapat diberi stimulasi seputar idola mereka, siapa dan mengapa mengidolakan.

~    Biasakan Membaca Sejak Dini

Penulis yang baik adalah pembaca yang baik, penulis yang kreatif adalah pembaca yang kreatif. Membiasakan anak membaca dan mencintai buku sejak usia dini, akan melahirkan anak yang pintar, cerdas dan kreatif. Anak yang suka membaca akan memiliki wawasan lebih banyak, penguasaan kosa kata yang variatif, dan kemampuan menganalisa lebih bagus. Anak yang sejak dini telah gemar membaca, akan lebih mudah menggali ide dan menuangkan serta mengembangkannya dalam tulisan.

~    Sabar

Sabar adalah kata kunci yang menuntun ke arah kesuksesan. Begitu juga dalam mengajar anak menulis untuk menciptakan sebuah karya tulisan. Dibutuhkan kesabaran yang tinggi untuk menuntun step by step agar mereka memahami, agar mereka bisa menggali ide, agar mereka dapat menuangkan dan mengembangkan ide. Apalagi alam pikir anak masih didominasi bagaimana agar bisa bermain dan bermain. Dengan kesabaran dan konsistensi orang tua  bangga ketika anak berhasil meciptakan sebuah karya berupa buku yang dibaca banyak anak-anak yang lain. Good Luck Mom. (Endah)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com