DPD REI Jatim Dukung Proyek Underpass Mayjen Sungkono PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 30 Maret 2015 21:16

Surabayakita.com - Para pengembang diminta ikut andil mewujudkan pembangunan terowongan (underpass) yang menghubungkan Jl.Mayjen Sungkono dengan Jl. HR Muhammad Surabaya. Proyek itu dilakukan untuk mengurai kepadatan lalin pada jam sibuk.

Para pengembang atau developer itu diminta ikut terlibat untuk mewujudkan proyek senilai Rp.84 miliar yang dibiayai Pemkot Surabaya ini. Rencananya ada 20 pengembang yang dilibatkan untuk pembangunan terowongan bawah tanah atau tunel ini.

Sebelumnya memang Pemkot meminta pengembang untuk membantu membangun fasilitas jalan tersebut. Pasalnya, salah satu faktor penyebab kepadatan jalan adalah pengembangan realestat di kawasan tersebut.

"Kami ingin agar para pengambang ikut menyediahkan sarana jalan itu. Hal ini untuk mengurangi beban jalan di kawasan itu. Kami akan kumpulkan para pengembang untuk masalah ini," ujar Ketua Persatuan Perusahaan REI Jatim, Paulus Totok Lucida, Senin (30/3/2015).

Tidak hanya di kawasan itu, di Surabaya barat para pengembang juga ikut menyediahkan sarana jalan. Apalagi di kawasan ini berubah menjadi kawasan hunian yang berkembang pesat. Namun meski banyak developer membangun kawasan barat ini menjadi seperti sekarang tetapi untuk pengadaan jalan menjadi beban Pemkot Surabaya.

Totok sendiri mengaku mendukung proyek tunnel ini karena dinilai lebih strategis dibanding pembangunan fly over. Ketika dibangun fly over dipastikan properti yang ada di kanan dan kiri tidak akan laku sebab kendaraan lebih memilih lewat atas. Sedangkan kalau underpass meski biaya agak mahal namun kawasan kanan dan kirinya tetap akan laku.

Terkait perijinan untuk penggarapan proyek underpass ini sudah dikantongi Pemkot Surabaya. Surat ijin pengunaan jalan dalam bentuk hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Nomor TB.13.03.51/89 itu diterima pada 23 Februari 2015. Konstruksi underpass rencananya akan dimulai setelah bulan depan. Underpass ini akan terintegrasi dengan proyek angkutan massal cepat (AMC). "Izin dari kementrian sudah kami kantongi karena penggunaan lahan itu dilakukan dengan hibah," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Agus Imam Sonhaji.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati, mengaku pengkajian proyek ini dilakukan sejak 2012 lalu.Dana untuk pengkajiannya menelan dana APBD sebesar Rp50 juta. Selain itu, pihaknya juga melakukan lelang detail engineering design (DED) dengan anggaran Rp400 juta.  Tahun lalu, pihaknya sudah menuntaskan UKL dan UPL yang menelan anggaran Rp50 juta. "Selama proyek berlangsung kami akan membuka akses jalan Dukuh Kupang Barat, Jalan Simogunung, dan juga Jalan Banyuurip. Agar tidak terjadi kemacetan," katanya. (SK1)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com