BPR Surya Artha Utama Akan Disuntik Modal Rp10 Miliar PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Minggu, 19 April 2015 21:01

Surabayakita.com - Untuk memenuhi persyaratan, BPR Surya Artha Utama masih membutuhkan suntikan dana Rp10 miliar dari APBD Surabaya. Saat ini Pemkot Surabaya baru menyuntikkan modal Rp4 miliar.

BPR Surya Artha Utama ini merupakan salah satu BUMD milik Pemkot Surabaya. Pendanaannya juga sangat bergantung pada Pemkot Surabaya melalui APBD nya.Kekurangan dana itu perlu segera dilakukan untuk memenuhi aturan yang berlaku.

Menurut M Machmud dari Fraksi Partai demokrat DPRD Surabaya, sesuai aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai  BPR yang sehat, BPR Surya Artha Utama, setoran awal mestinya Rp.14 miliar.

Hanya saja saat ini berdasarkan evaluasi, kinerja keuangan BPR Surya Artha Utama tergolong sehat. Besaran kredit macet atau non performing loan (NPL) hanya dikisaran 2%. Artinya, masih jauh dibawah 5% seperti yang dipersyaratkan Bank Indonesia (BI) untuk disebut bank bermasalah.

"Status BPR Surya Arta Utama masih sehat. Ukurannya, selain keuangan tidak ada masalah, tunggakan kredit nasabah juga relatif kecil," kata Machmud.

Mahmud mengatakan BPR Surya Artha Utama tahun 2013 mendapat laba Rp1,9 miliar. Di tahun 2014 diproyeksikan labanya naik sekitar 10%. Sementara deviden yang disetorkan ke Pemkot pada tahun 2013 sekitar Rp800 juta. Nilai setoran tersebut diproyeksikan naik menjadi Rp900 juta pada tahun 2014. Secara keseluruhan, aset BPR Surya Artha Utama sekitar Rp46 miliar.

Untuk penambahan modal ini, Machmud mengatakan mekanismenya harus melalui Peraturan Daerah (Perda) terlebih dahulu.Pemkot Surabaya rencananya akan menambah modal BPR Surya Artha Utama sebesar Rp50 miliar. Penambahan modal tersebut akan dilakukan secara bertahap.Tiap tahun nanti Pemkot menyetor Rp10 miliar. "Agar tidak berulangkali membuat aturan, maka pada Perda pertama dicantumkan nilai modal tambahan senilai Rp50 miliar. Biar tahun depan dan tahun depannya lagi tak perlu membuat Perda," pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku tidak masalah jika harus menambah modal BPR Surya Artha Utama. Namun pihaknya akan melakukan evaluasi dulu. "Kami ingin memperkuat kredit usaha kecil, nasabahnya tidak boleh berstatus PNS," ujarnya.(SK1)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com