Kutisari Gelar Yustisi Rumah Kost PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 27 April 2015 08:36

Surabayakita.com - Kelurahan Kutisari kecamatan Tenggilis Mejoyo kembali melakukan yustisi rumah kost. Yustisi digelar untuk menangkal berkembangnya pengikut ISIS dan tertib administrasi kependudukan jelang pilkada 2015.

Operasi yustisi melibatkan staf kelurahan Kutisari, petugas dari Polsek Tenggilis Mejoyo, Koramil Tenggilis Mejoyo dan satpol PP.

Hasilnya, pada yustisi yang digelar Senin (27/4/2015) di RW 1 ini ternyata masih ditemukan rumah kost yang penghuninya campur antara laki laki dan perempuan. Kelurahan minta agar pemilik kost memisahkan tempat kost berdasar jenis kelamin.

"Hal ini untuk mengantisipasi hal negatif seperti perzinahan. Kami minta pemiliknya untuk memisahkan tidak boleh dicampur. Atau kalau tidak sekalian saja untuk dipakai kost keluarga," kata lurah Kutisari, Sri Sukariati SH.

Petugas yustisi juga menjumpai penghuni kost yang masih belum mengurus SKTS. Mereka yang tak memiliki SKTS ini diminta untuk segera mengurusnya sebab untuk memiliki SKTS tak dipungut biaya dan mudah dilakukan.

SKTS wajib dimiliki oleh warga berasal dari luar kota tapi menetap sementara di Surabaya. Biasanya mereka ini tinggal di rumah kost atau kontrak dengan tujuan bekerja dan kuliah.

Dulu SKTS dikenal sebagai kartu identitas penduduk musiman (kipem). Kartu ini penting dimiliki sehingga Pemkot Surabaya mengetahui jelas keberadaan para pendatang di Surabaya.(SK1)



 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com