Sistem Parkir Meter Berharap Dukungan Para Pemilik Kendaraan Print
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 19 Februari 2018 13:11

Surabayakita.com - Bayar parkir kendaraan bermotor di beberapa kawasan di Surabaya kini tak perlu ribet lagi. Tak perlu lagi harus membawa uang kontan (cash money) dan menunggu uang kembalian dari para juru parkir (jukir). Karena sekarang sudah ada parkir meter.

 


Cara mudah dan praktis ini sudah dilaksanakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya sejak beberapa waktu silam. Caranya, pemilik kendaraan bermotor hanya wajib membawa kartu elekronik (electronic payment).

Terbaru, Minggu (18/2/2018) sistem parkir meter yang sudah diterapkan di Jl. Sedap Malam dan Jl. Jimerto ini diresmikan walikota Surabaya Tri Rismaharini di Taman Bungkul. Walikota yang berangkat dari PDIP ini memberikan apresiasi penggunaan parkir meter ini.

“Penggunaan uang elektronik ini untuk akuntabilitas Pemkot Surabaya akan semakin baik,” kata Risma saat peresmian parkir meter di Taman Bungkul.

Agar sistem parkir meter ini berjalan baik, walikota juga minta agar masyarakat pengguna jasa parkir ikut mendukungnya. Apalagi parkir meter ini juga mendukung pemerintah pusat dengan gerakan uang non tunai.

“Selama ini potensi  di kawasan Taman Bungkul ini besar sekali, tapi selama ini hilang, karena belum dikelolah secara elektronik dan akibatnya banyak sekali kebocoran-kebocoran,” terangnya.

Apakah parkir meter menjamin tidak ada kebocoran? Selain berharap kerjasama dengan pemilik kendaraan, tentu peran baik para jukir juga mutlak diperlukan. Berani menolak menggunakan uang tunai dan mengarahkannya untuk menggunakan kartu elektronik yang kini banyak disediahkan kalangan perbankan.

“Dengan bapak ibu sekalian tertib, maka insya allah pelaksanaan untuk pertanggung jawaban pemerintah kota itu semakin baik,” tegasnya.

Wali Kota Risma mengungkapkan penduduk Kota Surabaya yang telah mencapai lebih dari 3,2 juta membuat jalanan kota semakin padat, dan ini akan berimbas pada kemacetan. Guna mengatasi hal itu, Pemkot Surabaya akan mengoptimalisasi beberapa ruas jalan.

Pemkot tidak mungkin untuk melebarkan jalan secara terus-menerus. Namun, pemkot akan mengoptimalisasi fungsi jalan seperti perluasan layanan park and ride dan penggunaan alat transportasi massal.

Irvan Wahyudrajat, Kepala Dishub Kota Surabaya mengatakan pembayaran retribusi parkir melalui uang elektronik ini akan memudahkan transaksi pemilik kendaraan maupun para jukir.

"Pembayaran menggunakan e-payment ini akan menghindarkan uang palsu, menjamin transparani dan akuntabilitas. Dengan teknologi ini akan membantu mewujudkan Surabaya sebagai smart city," ujar Irvan Wahyudrajat ujarnya saat launching parkir meter di Taman Bungkul Desember silam.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah sangat mengapresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka pengembangan layanan publik.

"Kami sangat mengapresiasi Dinas Perhubungan yang telah berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui penggunaan alat parkir meter,” ujarnya.

Dari informasi yang diterima Surabayakita.com, setiap unit mesin parkir ini harganya sebesar Rp.125 juta. Mesin parkir yang diproduksi di Perancis ini merknya PARKEON. Untuk dalam negeri hanya Surabaya yang telah menggunakannya.

Sedangkan untuk luar negeri sudah banyak negara yang memakai PARKEON ini. Diantaranya Singapura, Malaysia, Australia, Belanda dan negara negara Eropa lainnya. PARKEON sendiri dikenal sebagai merk mesin parkir tertua sejagad. Operasionalnya tidak menggunakan listrik PLN tetapi memanfaatkan Solar Cell. Dengan Solar Cell energi yang dipakai mesin parkir berdaya rendah dan mampu menyimpan panas matahari selama enam bulan.(SK1)