ITS Kedatangan Tamu Pejuang Zero Waste Print
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 31 Oktober 2016 10:45

Surabayakita.com - Kota Surabaya menjadi salah satu kota yang dikunjungi oleh Prof. (em). Paul Connett, PhD, seorang pejuang zero waste asal Amerika Serikat dan pegiat zero waste asal Asia, Froilan Grate.

Mereka berada di Indonesia minggu ini dalam rangka kegiatan “Zero Waste Hero Tour” yang berlangsung pada 22 Oktober - 4 November 2016.

Dalam lawatannya di kota Surabaya, Paul Connett akan bertemu dengan Walikota Surabaya  untuk mendiskusikan strategi pengelolaan sampah dan circular economy.

Kunjungan ke kota Surabaya ini menjadi ajang untuk memperkenalkan str ategi zero waste kepada masyarakat. Hal ini juga untuk memberikan wawasan masyarakat luas tentang peningkatan pengelolaan sampah.

Anjuran pengelolaan sampah dengan konsep minimisasi dan pengurangan di sumber sudah dimandatkan dalam Undang-undang No. 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.

UU No.18/2008 juga mengamanatkan setiap kota untuk melakukan pemilahan sejak di sumber, meningkatkan pengomposan sampah organik di tingkat kawasan serta memisahkan material yang akan didaur ulang untuk diolah menjadi produk baru.

Prof. Paul Connett dan Froilan Grate akan memberikan kuliah umum di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan judul Mengatasi Persoalan sampah Kota Surabaya dengan Strategi Circular Econo my dan Visi Zero Waste pada tanggal 31 Oktober 2016.

Dalam public speaking tersebut Prof. Paul Connett akan bicara tentang konsep ekonomi melingkar (Circular Economy). Paradigma pengelolaan sampah, yang hanya menekankan aspek sanitasi dan
pengolahan di hilir, harus diubah menjadi pengelolaan sumberdaya yang berkelanjutan.

"Pola-pola konsumsi dan produksi abad ke-21 harus disesuaikan dengan ketersediaan sumberdaya alam, penghematan energi serta menghindari bencana ekologis akibat perubahan iklim dan polusi bahan toksik," Muntini dari ITS.

Untuk itu sistem ekonomi perlu diubah dari pola ekonomi linier menjadi ekonomi melingkar ( Circular Economy) dengan disain produk yang lebih bersahabat dengan lingkungan, melakukan pengomposan, mendaur ulang, dan menggunakan ulang.

Agar ekonomi dapat bersiklus, pemerintah kota perlu mengembangkan sistem edukasi, kelembagaan serta berbagai aspek kepemerintahan lainnya yang memampukan sistem ekonomi melingkar.

Froilan Grate akan berbagi pengalaman tentang model yang dikembangkan di Filipina, oleh Mother Earth Foundation yang telah berjalan di hampir 250 kelurahan.

Model zero waste ini menitikberatkan pada pengelolaan sampah sejak dari sumber; sampah sudah dipisahkan sejak awal dan kemudian dikelola oleh kelurahan.(SK2)