ITS Bersama 23 PTN Lakukan Kolaborasi Riset Print
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 17 November 2016 21:47

Surabayakita.com - Institut Teknologi Surabaya (ITS) menggandeng 23 perguruan tinggi negeri (PTN) di wilayah timur Indonesia, untuk kolaborasi dalam bidang akademik, riset dan inovasi.


Upaya itu digagas dalam acara Presidential Forum Eastern Part of Indonesia-University Network (EPI-UNET), Kamis (17/11) siang, di Rektorat ITS, Kampus ITS Sukolilo, Surabaya.

Dalam sambutannya, Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD mengatakan, melalui bentuk kolaborasi ini keterbatasan sumber daya akan bisa teratasi.

“ITS ingin berkontribusi kepada negara antara lain dalam hal bagaimana mengajak perguruan tinggi lain untuk bisa maju secara bersama-sama. Kami ingin maju dan besar tanpa meninggalkan perguruan tinggi lain, karena itu konsep kolaborasi dan networking yang kami tawarkan dalam payung besar EPI-UNET,” tuturnya.

Joni menjelaskan, melalui kolaborasi sesungguhnya kita bisa mengakumulasi sumber daya yang terbatas menjadi lebih besar. Dicontohkan, untuk penelitian misalnya, dengan berkolaborasi maka sumber dana dan sumber daya manusia (SDM) bisa teratasi. Bukan hanya itu hasil akhir dalam bentuk publikasi ilmiah atau jurnal juga bisa berlipat, karena dilakukan secara bersama-sama dalam topik dan SDM yang berbeda.

“Ide dasar inilah yang ingin kami bangun bersama-sama dengan sedikitnya 23 perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam EPI-UNET. Gagasan ini sebenarnya sudah lama terbentuk, kini dengan semangat baru kami aktualisasikan lagi,” terangnya.

Beberapa pimpinan perguruan tinggi yang ditemui secara terpisah di acara tersebut menyambut baik terkait rencana yang akan dijalankan dalam EPI-UNET. Pada tahap awal, tiap perguruan tinggi melakukan pemetaan terhadap potensi di bidang akademik, dan riset apa yang bisa dikolaborasikan.

Komunikasi mereka jalin melalui website yang telah diresmikan penggunaannya bersamaan dengan pembukaan acara. Philippus Betaubun, ST, MT, Rektor Universitas Musamus dari Merauke, Papua? mengatakan, berbagai rencana yang digagas ITS melalui EPI-UNET membesarkan hati universitasnya untuk bisa bangkit dan menjadi perguruan tinggi besar seperti halnya perguruan tinggi yang ada di Pulau Jawa.

“Bagi kami program kerja yang dirancang EPI-UNET baik itu akademik, riset dan program pengembangan sumber daya manusia, lalu diikat dalam sebuah MoU bersama ITS adalah hal yang dapat memacu kami untuk bisa berkembang,” ungkapnya.


Rektor Universitas Kalimantan Utara, Abdul Jabarsyah PhD, juga mengatakan hal sama. “Sebagai perguruan tinggi yang baru berdiri, keikutsertaan kami dalam EPI-UNET akan dapat menyejajarkan perguruan tinggi kami dalam pergaulan baik akademik, riset dan lainnya,” ujarnya. (SK2)