Pameran Edukasi Kanker Payudara Dengan Media Manekin Print
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 21 November 2016 15:50

Surabayakita.com - Data Riset Kesehatan Dasar, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2015 mencatat ada 347.792 ribu penderita kanker payudara di Indonesia.

Melihat besarnya angka tersebut, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (Fikom UKWMS) tergerak untuk menyelenggarakan kegiatan Breast Cancer Campaign Awareness.

Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran juga memberi pemahaman kepada masyarakat dan terutama mahasiswa UKWMS akan bahaya penyakit kanker payudara yang bisa menyerang generasi muda, dan mengajak mereka untuk peduli memeriksa payudara melalui program SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari hingga Kamis, 24 November 2016.

Mengusung tema “It’s Never Too Late To Discover It”, kampanye ini terbagi dalam dua rangkaian acara yaitu Healthy Breast Happy Me Campaign dan BRARun (Backwards Running- Berlari Mundur). Kampanye Healthy Breast Happy Me memamerkan manekin manusia yang menggambarkan gejala kanker payudara sebagai ilustrasi, sehingga membantu para pengunjung untuk mengenali kondisi tubuh mereka dan memahami cara mendeteksi kanker payudara.

“Kata “Me” dalam Healthy Breast Happy Me sendiri bertujuan untuk menyampaikan pesan bahwa manekin tersebut merupakan gambaran tubuh mahasiswa atau pengunjung itu sendiri jika tidak menjaga pola hidupnya. Kami membuat manekin itu dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar dan juga barang bekas seperti manik-manik dan koran lama,” ujar Veronica Amelia selaku Ketua Panitia.

Tak hanya pameran, pengunjung juga diajak mengikuti Mannequin Challenge (berpose ala manekin) yang diselenggarakan oleh panitia.

Bertempat di Plaza St. Agustinus UKWMS Dinoyo, sebanyak lima buah sketsel menampilkan manekin dengan gejala kanker payudara yang berbeda-beda mulai dari ruam-ruam di kulit payudara, payudara yang memiliki lesung dan sudah agak menurun letaknya hingga ada yang mengeluarkan nanah maupun darah. Hal ini divisualisasikan semenarik dan sedetil mungkin oleh para Pink Troopers (Pasukan Panitia Breast Cancer Campaign Awareness).

“Bagus banget, acara ini juga untuk menunjukkan kreatifitas mahasiswa dalam menyampaikan maksud kampanye yaitu agar pengunjung lebih sadar akan bahayanya breast cancer. Pokoknya keren banget,” ungkap Irene dari Akademi Sekretari Widya Mandala Surabaya.

Salah satu cara unik yang dilakukan panitia untuk menarik pengunjung ke lokasi pameran, yakni dengan menempel stiker jejak kaki berwarna pink di lantai sekitar lokasi pameran yang berisi pertanyaan, yang memicu pengunjung melakukan refleksi diri.

Acara yang diikuti puluhan mahasiswa tersebut turut menghadirkan seorang survivor (penyintas) kanker payudara, yakni Ika Damayanti. Sebelumnya Ika berbagi informasi seputar kanker payudara kepada mahasiswa UKWMS usai memotong pita sebagai simbol pembukaan pameran manekin.

“Menurut saya, acara ini sudah sangat oke, karena sudah memberikan visual dan edukasi yang jelas. Selain itu, tujuan dari pameran ini juga sebenarnya bukan untuk membuat kita takut, tapi lebih memberikan kesadaran kepada masyarakat itu sendiri” ujar Ika saat diwawancara.

Turut memeriahkan suasana, mengalun musik akustik ala band beranggotakan Pink Troopers yang menyanyikan jingle dengan judul ‘Sadari’. Tema kanker payudara dilantunkan dengan irama ceria dan telah dipersiapkan khusus untuk acara ini.

Bukan sekedar menyanyi, pada akhir pameran tanggal 24 November 2016 nanti, seluruh panitia akan melakukan flashmob gerakan SADARI. "Kami akan menggelar backwards run atau lari mundur di lokasi sekitar Taman Bungkul pada Minggu, 27 November 2016. Tujuan kami mengajak para remaja untuk mau melakukan pola hidup sehat karena lari mundur dapat membakar lemak dua kali lebih banyak daripada berlari biasa,” pungkas Veronica.

Melalui acara yang sebenarnya merupakan ujian praktek dari mata kuliah Manajemen Public Relations yang diampu oleh Theresia Intan, S.Sos., M.I.Kom., ini para mahasiswa belajar langsung mempraktekkan materi yang telah didapat. (SK2)