Menristekdikti Resmikan Research Center Milik ITS Print
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 02 Mei 2017 17:52

Surabayakita.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember  (ITS) Surabaya kini memiliki Gedung Pusat Riset (Research Center) yang diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Prof H Mohamad Nasir PhD Ak, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Selasa, (2/5/2017).


Keberadaan Research Center ini membuktikan keseriusan ITS setelaj Januari 2017 lalu menyandang status sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).

Di sela peresmian yang didampingi Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD, Nasir menyampaikan apresiasi untuk ITS yang terus meningkatkan kualitas dalam menghadapi persaingan ke depannya.

“Tidak hanya itu, ITS harus meningkat pula melangkah ke dunia industri. Saya juga sangat mengapresiasi meskipun terhitung baru menjadi PTN-BH, namun sudah bisa mendirikan gedung ini,” tuturnya memuji.

Selain itu, lanjutnya, dalam kurun waktu satu tahun ITS telah berani menargetkan pencapaian publikasi seribu jurnal ilmiah ke skala internasional. “Jurnal merupakan salah satu hal yang penting bagi para peneliti. Saya sangat mengapresiasi target capaian ITS kali ini yang sangat luar biasa,” tandasnya.

Dijelaskan pria kelahiran Ngawi ini, bahwa dalam perkembangaannya, dunia pendidikan telah masuk dalam era Internet of Things (IoT) sejak Juli 2016 yang cenderung cepat dan kompleks.

“Dalam mengatasinya, dunia pendidikan harus mengantisipasi dengan high order intellectual thinking yakni seseorang yang mampu menganalisis, mengevaluasi dan membuat sesuatu yang baru, bukan hanya hafal rumus lalu kurang dapat mengaplikasikannya atau low order intellectual thinking,” paparnya dalam pidato singkat peresmian.

Selain meresmikan Gedung Pusat Riset ITS, pada kesempatan tersebut, Kemenristekdikti juga melakukan peluncuran tujuh produk unggulan untuk menunjang dan mempermudah Perguruan Tinggi.

Ketujuh produk unggulan tersebut di antaranya Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Klinik SPMI Mobile, Sistem Informasi Sumber Daya Terintregasi (SISTER), Grand Design SDM Sektor Pendidikan, Science and Technologi Index (SINTA), Teaching Industry, dan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Nasir menyampaikan harapannya agar pendidikan ke depannya lebih merata untuk semua kalangan. “Dan untuk ITS semoga dapat menjadi contoh Perguruan Tinggi lainnya di Indonesia, terutama untuk wilayah timur,” pungkasnya.

Sebelum melakukan peresmian gedung Pusat Riset dan meluncurkan tujuh produk unggulan, Menristekdikti juga sempat memimpin upacara peringatan Hardiknas 2017 dengan tema Peningkatan Relevansi Pendidikan Tinggi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi, yang diikuti sekitar 5.000 sivitas akademika dari ITS dan sejumlah PTN maupun PTS di Surabaya yang berlangsung di Stadion ITS. (SK2)