Unusa Jadi Tuan Rumah Axioo Class Program Print
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Rabu, 17 Mei 2017 17:08

Surabayakita.com - Dalam upaya melalukan standarisasi materi, Axioo Class Program kembali menyelenggarakan training lanjutan bagi para guru sekolah binaan Axioo terpilih dari seluruh wilayah di Indonesia. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjadi tuan rumah dalam event Axioo ini, Rabu, (17/05).


Mikrotik sendiri merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (Software) yang berhubungan dengan sistem jaringan komputer yang berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia.

Saat ini banyak perusahaan atau bidang usaha dari menengah ke bawah hingga menengah ke atas menggunakan MikroTik untuk instalasi jaringan. Dengan harganya terjangkau, MikroTik dapat dimiliki oleh kalangan umum.

Herry Hermawan, trainer dari belajarmikrotik.com menuturkan, atas kepedulian MikroTik terhadap pendidikan, maka MikroTik mempunyai program bernama MikroTik Academy.

Axioo Class Program bersama Belajarmikrotik mengadakan training lanjutan dari program AxiooClassProgram untuk membantu sekolah dalam mewujudkan MikroTik Academy yaitu pada tanggal 15-20 Mei 2017.

“Kami ingin mempercayakan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Training ini,” ungkapnya.

Peserta pelatihan sejumlah 20 orang dari 10 sekolah berasal dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya SMK PGRI 1 Giri Banyuwangi, SMK PGRI Subang, SMK Mandiri Percut Sei Tuan Medan, SMK Al Irsyad Tegal, SMK Bina Warga Lemah abang Cirebon, SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, SMK Negeri 9 Malang, SMK IPTEK Weru Sukoharjo, SMK Widya Dharma Turen dan Politeknik Negeri Banjarmasin.

“Kami mengarahkan para peserta untuk dapat melakukan studi banding ke Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya atas rekomendasi dari Belajarmikrotik.com yang dinilai layak dijadikan training center dengan berbagai pertimbangan,” tutur Herry.

Menurut Herry, Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk mempersiapkan guru dan dosen untuk menjadi MikroTik akademi traineryang berpengalaman di institusinya masing-masing.

Dr. Istas Pratomo, ST. MT., Ketua LPPM Unusa menuturkan, kegiatan semacam ini sangat penting sekali, khususnya bagi siswa atau pendidik yang terjun di dunia Ilmu Teknologi.  Terlebih saat ini telah memasukki era ICT.

“ Ke depan, harapannya dosen dan mahasiswa Unusa  dapat mengikuti training ini sehingga lulusan Unusa memiliki daya saing yang tinggi di dunia pekerjaan nantinya,” ungkapnya Istas.

Para peserta dihadapkan dengan ujian basic MTCNA (MikroTik Certified Network Associate) dan MTCRE (MikroTik Certified Routing Engineer) Apabila lulus, sekolah berhak menjadi MikroTik Academy.

Benefitnya adalah sekolah akan mendapatkan routerboard sebanyak 20 dari MikroTik selain itu peserta dapat menguji siswanya untuk sertifikasi Internasional dari MikroTik (MTCNA) dan masih banyak benefit yang lainya. (SK2)