Harga Gula Impor Turun Di Pasar Tradisional Print
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 10 Juni 2010 06:09

Harga gula pasir impor di pasar tradisional  di Surabaya Rp 8.700/kg atau lebih murah Rp 400 dibandingkan dengan gula lokal yang harganya mencapai Rp 9.100/kg.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Jatim Drs Arifin T Ariadi MM di kantornya Rabu (9/6/2010) mengatakan, hal ini sesuai dengan harapannya.

Tiga bulan yang lalu Disperindag menargetkan harga gula pasir impor harganya harus di bawah Rp 10.000/kg dan lebih murah dari pada gula lokal. Harapan tersebut kini menjadi kenyataan saat ini harga gula lokal lebih mahal daripada gula impor.

Pada Februari-Maret 2010, Jatim pernah impor gula pasir jumlahnya sekitar 80 ribu ton dan terus di jual beredar di pasar dengan harapan waktu itu untuk menekan harga gula agar terus turun. Pada tiga bulan yang lalu, harga gula pasir lokal di pasar tradisional Jatim masih berkisar Rp 10.000-10.300/kg dan saat ini sudah turun menjadi Rp 9.100/kg..

Menurut Arifin, Pemprov Jatim terus mengontol ketat harga pangan, karena harapannya kesejahteraan masyarakat bisa baik. Harapannya jangan sampai ada masyarakat Jatim yang menderita karena harga pangan mahal. Jatim ini tiap tahunnya surplus beras dan gula, seperti gula pasir Jatim kontribusinya terhadap produksi gula nasional sekitar 600 ribu ton per tahun atau 47%.

Berikut ini pantauan harga beberapa kebutuhan di pasar tradisional,Harga beras kualitas baik seperti pandan wangi Rp 7.000/kg, jawa mentik Rp 7.200/kg, bengawan Rp 7.000/kg, bramo Rp 6.700/kg. Harga beras kelas midium IR 64 mulai turundari Rp 5.800kg saat ini Rp 5.600/kg, gabah kering giling di Pasuruan dan Jombang Rp  3.500/kg, gabah kering sawah Rp 2.800/kg, tepung terigu segi tiga biru Rp 7.000- 7.100/kg, jagung pipilan kering Rp 4.500/kg, serta ubi kayu basah naik dari  Rp 1.500/kg saat ini Rp 2.750/kg

Gula pasir lokal Rp 9.100/kg, gula impor Rp 8.700/kg, gula merah Rp 9.500/kg, minyak goreng curah kualitas bagus  turun dari Rp 9.000 menjadi Rp 8.700/kg,  minyak goreng Bimoli kemasan botol plastik Rp 13.250/liter, garam bataan Rp 350/250gram, dan garam hancur beryodium Rp 4.500/kg.

Daging sapi murni kualitas baik berkisar Rp 57.000-64.000/kg, daging ayam ras broiler Rp 20.000-20.500 /kg, daging ayam kampung Rp 38.000ekor, telur ayam ras broiler harganya bekisar Rp 11.700/kg, telur ayam kampong Rp 1.600/biji, ikan asin teri Rp 30.000/kg.

Harga kelompok komoditi sayuran menjelang musim kemarau cenderung flugtuasi seperti bawang merah kualitas baik yang sebelumnya Rp 12.000/kg saat ini naik menjadi Rp 13.000/kg,  bawang putih saat ini harganya tetap bertengger di kisaran Rp 18.000/kg, cabe merah besar kriting naik dari Rp 14.000/kg saat ini berkisar Rp 20.000/kg dan cabe merah biasa naik  yang sebelumnya  Rp 20.000/kg kini menjadi Rp 27.000/kg..

Harga kentang tetap Rp 7.000/kg, wortel Rp 8.000/kg, tomat sayur Rp 8.000/kg, kubis Rp 8.500/kg , kacang tanah Rp 13.000/kg, kacang hijau Rp 12.000/kg.

Kedelai impor Rp 8.000/kg, apel merah impor Rp 23.00/kg, pisang ambon Rp 12.500/sisir, pisang raja super Rp 15.500/sisir, pepaya Rp 3.500/kg . Sementara harga bahan bagunan semen gresik sekitar Rp 46.000/40kg/zak dan semen tiga roda (abu-abu) Rp 43,700/40kg/zak (red)