Masyarakat Perlu Waspadai Tiroid PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 03 Maret 2016 20:13

Surabayakita.com - Penyakit tiroid saat ini menempati  nomor dua setelah diabetes. Masyarakat perlu mewaspadai penyakit kelenjar di bawah jakun ini sehingga mendapat penanganan sejak dini.

Menurut Prof dr Agung Pranoto Spesialis penyakit dalam, RSUD Dr Soetomo, penyakit ini bisa disembuhkan bila mendapat penanganan sejak dini.

Menurutnya, tiroid perlu mendapatkan perhatian bersama, karena bisa mengakibatkan kematian jika tidak mendapatkan penanganan sejak dini. Dalam hal ini dr Agung, lebih menekankan pentingnya pendidikan kepada masyarakat.

"Dengan memberikan pemahaman yang benar, saya harap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan gangguan tiroid, termasuk bagaimana mengenali gejala-gejalanya, dan mengetahui dampak dari gangguan tiroid pada kondisi penderita,” katanya.

Kasi Pemberantasan Penyakit Dinkes Jatim, Setyo Budiono, mengatakan, kurangnya informasi selama ini kepada publik tentang penyakit tiroid menjadikan angka serangan penyakit ini selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Menurutnya, kelenjar gondok bukan hanya disebabkan kekurangan garam beryodium, tapi bisa lantaran adanya gangguan bekerjanya kelenjar tiroid.

Ditambahnya, gangguan kelenjar tiroid ternyata tidak menimbulkan rasa sakit. karenanya, banyak yang tidak menyadari dan mengenali datangnya penyakit ini. Padahal, apabila jika tidak tertangani dengan tepat, gangguan kelenjar tiroid bisa berakibat fatal terhadap kesehatan bahkan menyebabkan kematian.

Perempuan cukup rentan mengalami kelainan kelenjar gondok ini. Jumlahnya sekitar 80% hingga 90% dari total penderita. Hanya sekitar 60% sampai 70% penderita laki-laki mengidap kelainan kategori ganas. Sedangkan rentang usia pasien antara 20 tahun hingga 50 tahun.

Pasien tiroid sebaiknya menjalani operasi pengangkatan benjolan. Jika tidak dioperasi, pasien akan menghadapi risiko yang bisa membahayakan keselamatannya. Tumor akan terus membesar, yang mengakibatkan gangguan pernafasan dan pasien sulit menelan asupan makanan dan minuman.(SK4)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com