Antisipasi Laka Lantas Lebaran, Disiapkan 278 Puskesmas Rawat Inap PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 21 Juni 2016 22:12

Surabayakita.com - Selama berlangsungnya angkutan lebaran 2016 pada H-3 sampai H+7, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur menyiagakan 278 Posko Kesehatan  Puskesmas. Tujuannya agar penanganan korban kecelekaan lalu lintas segera bisa diatasi.

Untuk puskesmas yang disiagakan sebagai posko ini tidak dilakukan sembarangan. Tetapi puskesman yang memiliki fasilitas rawat inap.

“Puskesmas khusus yang letaknya di pinggir jalan raya, sehingga lebih cepat dalam menangani pasien,” kata  Kepala Dinkes Jatim, dr Harsono di Surabaya, Selasa (21/6).

Dikatakan Harsono teknis penanganan yakni pasien kecelakaan nantinya mendapatkan parawatan awal di Posko Kesehatan, setelah itu baru dibawa ke Puskesmas.

Jika pasien memang memerlukan perawatan lanjutan akibat kondisi yang terlalu parah, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit baik itu swasta maupun pemerintah. Semua teknik pelaksanaan termasuk jadwal petugas piket 24 jam non stop ada di panduan.

“Di Posko kesehatan tersedia ambulan, dokter dan paramedis, harapannya di Puskesmas pasien bisa tertangani tidak sampai dirujuk ke rumah sakit tetapi jika memang harus dirujuk ke rumah sakit ya harus dilakukan, intinya pasien harus segera tertangani jangan sampai ada keleran,” katanya.

Sistem informasi dan koordinasi antara Posko kesehatan dan rumah sakit harus solid sejak awal, sehingga penanganan pasien yang cepat, tepat dan efektif bisa berjalan sesuai target.

Lebih lanjut dikatakannya, seluruh rumah sakit milik pemerintah seperti RSU dr Soetomo Surabaya, RSU Haji Surabaya, RSJ Menur Surabaya, RSU dr Saiful Anwar Malang, dan RSU Soedono Madiun akan siaga seperti hari biasa.”Tidak ada tambahan lanyanan pada rumah sakit milik Pemprov, karena kesehariannya rumah sakit ini menjadi tempat rujukan pasien,” katanya.

Indikasi peningkatan jumlah pasien seperti kecelakaan, lanjut Harsono, terjadi setelah lebaran dan rumah sakit beserta Dinas Kesehatan Kabupaten/kota telah siap mengantisipasinya Kejadian Luar Biasa (KLB).

”Semua rumah sakit telah menyiapkan seluruh tenaga medis dan perawat untuk mengantisiasi pasien kecelakaan meski jumlahnya setiap tahun menurun,” terang Harsono.

Dinkes Jatim lanjut Harsono menyiagakan sebanyak 61 dokter on call secara bergiliran, termasuk perawat, paramedik, dan ahli anestesi.”Tidak boleh ada pasien atau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan tidak terlayani khususnya selama lebaran,” tuturnya (SK2).


 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com