Dubes AS Puji Mobil ListrikKarya ITS PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 04 Oktober 2016 17:28

Surabayakita.com - Kuasa Usaha Ad-interim Kedubes AS, Brian McFeeters, Selasa (4/10) siang berkunjung  ke Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Kehadirannya untuk mengunjungi dua dosen ITS yang berhasil menerima hibah penelitian dalam Program Partnerships for Enhanced Engagement in Research (PEER).

Menyusul tahun sebelumnya, tahun ini dua kelompok dosen ITS kembali menadaptkan hibah untuk melakukan penelitian bersama dengan para ilmuwan AS.

Kehadiran Brian McFeeters tidak hanya mengunjungi dosen tersebut, tapi juga menyempatkan diri berkunjung ke Bengkel Mobil Listrik Nasional (Molina). “Luar biasa saya berharap teknologi Indonesia lewat ITS akan terus maju,” katanya.

Ia berharap hasil penelitian yang dilakukan oleh civitas akademika ITS, termasuk penelitian dalam program PEER dapat dimanfaatkan untuk kepentingan nasional yang lebih besar dan sekaligus dapat dikomersialkan.

Dua penelitian yang berhasil memperoleh Program PEER tahun ini masing-masing penelitian tentang Proses Sidementasi Bengawan Solo yang diketaui oleh Dr Ria Asih A. Soemitro, M.Eng dan Dr Heri Kuswanto penelitian tentang Permodelan Cuaca Ekstrim. Mereka masing-masing menerima dana penelitian sebesar 200 dollar AS.

Rektor ITS Prof Joni Hermana mengatakan, melalui program PEER ITS ingin membangun jejaring penelitian dengan beberapa perguruan tinggi di Amerika. Sekaligus mencari pengalaman berkolaborasi dalam sebuah penelitian. “Kami berharap penelitian ini akan menghantarkan ITS untuk menuju world class university,” katanya.

PEER adalah program hibah melalui proses seleksi yang memberikan dukungan kepada para ilmuwan dari 63 negara untuk mendapatkan dana penelitian yang menjawab berbagai prioritas pembangunan.

Di Indonesia program ini meningkatkan manfaat penelitian bersama antara ilmuwan Amerika yang didanai oleh pemerintah dan para ilmuwan Indonesia untuk melakukan penelitian yang akan berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia. Para peneliti diharapkan menemukan, menguji, dan memperluas solusi terobosan yang pada gilirannya dapat mengatalisis keputusan berbasis data dan kemajuan.

Lima siklus penerimaan proposal program PEER sebelumnya telah memberikan dana sekitar 2,6 juta dolaar AS untuk peneliti Indonesia. Pada tahun 2016, PEER memberikan dana untuk enam penelitian yang menjawab permasalahan mitigasi perubahan iklim, penyakit menular, dan pendidikan ilmu pengetahuan sehingga jumlah seluruh penelitian yang didanai di Indonesia menjadi 43 buah.

“Amerika Serikat merasa gembira dapat mendukung kemitraan antara peneliti Amerika dan Indonesia yang menjawab tantangan penting di bidang kesehatan, lingkungan, dan lainnya. Penelitian bersama akan mencari solusi terobosan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk memajukan pencapaian tujuan pembangunan Indonesia,” kata Brian McFeeters.

Saat berada di Bengkel Molina, Brian McFeeters, memuji terobosan yang dilakukan ITS dalam menyiapkan motor listrik. Bahkan ia meminta difoto dengan latar belakang motor listrik dan mobil. “Luar biasa. Saya harus berfoto di sini, sehingga nanti jika motor ini laris di pasaran saya punya kenangan pernah berfoto di sini,” katanya berkelakar. (SK2)

TEKS Foto:
1.    Rektor ITS Prof Jono Hermana dan Kuasa Usaha Ad-interim Kedubes AS, Brian McFeeters, Selasa (4/10) siang, berfoto di atas mobil lowo ireng.

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com