UKWMS Gelar Konferensi Arsitektur Baru Dunia Bisnis PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Jumat, 14 Oktober 2016 21:55

Surabayakita.com - Fakultas Bisnis dan Pascasarjana Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menyelenggarakan agenda akademik guna menggagas arsitektur baru dunia bisnis di Indonesia. Hal ini karena berkaitan dengan pentingnya inovasi bisnis sebagai akibat dari perkembangan teknologi yang amat pesat.

Agenda berupa konferensi berskala Nasional dan Kolokium Doktoral ini  diharapkan dapat menjadi jembatan antara perkembangan ilmu pengetahuan di satu sisi dan dunia bisnis di sisi lain.

Secara mendalam hendak distudikan wacana-wacana seputar pentingnya inovasi, perannya bagi kemajuan dunia bisnis, hambatan pelaksanaan, serta alternatif solusinya.

Menghadirkan tiga orang narasumber yang mumpuni di bidangnya, acara yang berlangsung di Auditorium A301 Kampus Dinoyo Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya ini berhasil menarik minat berbagai pihak.

Pembicaranya diantaranya Dr. Ir. Made Sukarta selaku Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Jawa Timur yang memaparkan data bahwa 95 % dari piramida UMKM di Jawa Timur merupakan usaha mikro.

"Jawa Timur dideklarasikan sebagai propinsi dengan basis perekonomian UMKM. Dalam hal menjalankan usaha, kesulitannya adalah pada proses dari produk hingga sampai ke tangan pelanggan," katanya.

Oleh sebab itu perlu ada tiga pilar yang mendukung pengelolaan dan pemberdayaan UMKM tersebut; akademisi-peneliti, pemerintah dan pelaku koperasi dan UMKM. Perlu ada juga peraturan yang mendukung tata laksana usaha di era digital untuk perlindungan penjual maupun pembeli,” tandasnya.

Yohanes Harimurti – Pengajar FB UKWMS yang menjadi pembicara selanjutnya berbagi tentang pengalamannya di kegiatan pengabdian masyarakat menghadapi pelaku UMKM.  

Ceritanya seorang dosen Fakultas Teknik UKWMS menciptakan alat pengering krupuk yang diberikan kepada warga suatu desa di kawasan Kenjeran. Dengan mesin itu, krupuk yang dihasilkan kualitasnya bagus dan bisa kering walaupun tidak tersedia sinar matahari.

Hanya setahun dipergunakan, kemudian tidak lagi di manfaatkan. “Usut punya usut, ternyata krupuk yang dihasilkan terlalu bagus. Kering dan tahan lama, kadar airnya sangat minim dan tidak mudah rusak. Namun jika ditimbang di pasar jadinya sangat ringan, jadi harga perkilonya lebih rendah jika dibandingkan dengan produk sebelum menggunakan alat tersebut,” ungkapnya. (SK2)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com