Hafal Alquran, Mahasiswa Berprestasi ITS Ini Ingin Ikuti Jejak Sang Ayah PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Sabtu, 01 April 2017 10:02

Surabayakita.com - Menjadi seorang penghafal Alqur'an (tahfidz) sambil menempuh kuliah S1 di perguruan tinggi favorit tentu cukup menyita waktu dan energi. Mungkin bagi sebagian orang tidak sanggup melakukannya, apalagi sampai hafal 30 juz. Tapi tidak ada hal yang tak mungkin bagi Rizki Mendung Ariefianto. Buktinya, alumnus SMAN 2 Lumajang tahun 2013 ini selain sudah hafal 30 juz, prestasinya di kampus ITS Surabaya juga sangat membanggakan.


Sederet prestasi sudah diukirnya, Gold Medal International Invention Innovation Competition (i-CAN) 2016, Gold Medal International Young Inventor Awards (IYIA) 2016, dan finalis OSN Pertamina kategori Proyek Sains se-ASEAN. Terbaru mahasiswa Departemen Teknik Elektro ini meraih juara pertama Mawapres ITS 2017 kategori sarjana. Berikut petikan wawancara Surabayakita.com (SK) dengan Rizki Mendung Ariefianto (Mendung) beberapa waktu lalu.

SK                : Sejak usia berapa ikut program tahfidz dan sejak kapan hafal 30 juz?
Mendung   : Sejak SMA kelas 1 saya di pondok pesantren Al-Qur’an Miftahul Ulum Lumajang. Saya mondok sambil sekolah di SMAN 2 Lumajang. Setelah lulus, saya hafal 10 juz, kemudian masuk ke ITS lewat SNMPTN. Ketika di ITS saya komitmen ingin menyelesaikan hafalan sehingga sejak mahasiswa baru saya langsung mondok di ponpes Al-Qur’an Muhyiddin di Gebang. Alhamdulillah baru di bulan Juni 2016 kemarin di wisuda tahfidz 30 juz. Jadi hafal sampai 30 juz membutuhkan waktu 7 tahunan

SK           : Apa motivasi menghafal? Siapa yang berpengaruh besar untuk menghafal Alquran? Apa suka dukanya menghafal?
Mendung    : Saya menghafal sebenarnya tidak sengaja. Orang tua saya memondokkan saya pas SMA karena agar bisa dapat menimba ilmu agama ketika sekolah. Ketika memondokkan saya, orang tua asal saja mencarikan pondok pesantren yang dekat dengan SMA saya, dan ketemulah di pondok Miftahul Ulum itu. Ternyata pondok itu adalah pondok khusus untuk Al-Qur’an. Disitu saya langsung betah karena teman-teman pondok sangat friendly. Selama hampir setahun saya belajar membaca Al-Qur’an dengan benar. Karena sering melihat senior pondok murojaah, maka saya tertarik untuk mencoba menghafal. Dari situlah saya mulai untuk menghafal. Ketika menghafal saya bahkan sampai dilarang oleh orang tua saya karena mereka khawatir itu akan mengganggu akademik saya di SMA. Ternyata saya berhasil membuktikan, meskipun dengan menghafal saya tidak pernah keluar dari 5 besar di kelas selama SMA. Jadi yang berpengaruh besar adalah lingkungan di pondok. Suka duka menghafal adalah untuk istiqomahnya. Karena kegiatan yang cukup banyak hingga sekarang, sehingga kadang-kadang kurang istiqomah dalam murojaah.

SK              : Bagaimana cara menyisihkan waktu untuk mengahafal di tengah padatnya jadwal dan tugas kuliah?
Mendung      : Saya sudah semester 8, semester akhir dan juga sedang sibuk skripsi mohon doanya agar lancar. Untuk menyisihkan waktu, karena saya berada di pondok otomatis ada waktu untuk kegiatan pondok, utamanya untuk menyetor hafalan. Saya menyetor biasanya ba'da shubuh. Ketika berada di kampus saya hampir seharian disana karena banyak kegiatan, kemudian malam baru pulang.

SK                  : Bagaimana respon teman-teman dan dosen di kampus setelah tahu Mendung hafal Alquran ?
Mendung       : Respon teman-teman awalnya kaget karena gak menyangka aja. Karena kalau di kampus saya bukan sosok pendiam dan lebih banyak bercanda. Setelah tahu berita itu, sikap teman-teman juga beragam, ada yang biasa saja, ada yang jadi sungkan, ada yang minta tips menghafal. Untuk respon dosen ITS ini, utamanya untuk hasil MAWAPRES, mereka cukup bangga karena punya sosok MAWAPRES yang dapat seimbang antara akademik, prestasi, keagamaan dan organisasinya, sehingga pihak ITS optimis jika nanti di MAPRESNAS

SK                : Kenapa masuk Teknik elektro ITS, apa cita citanya?
Mendung   : Saya awalnya ingin masuk teknik Mesin ITS karena saya punya cita-cita ingin melanjutkan sosok ayah saya, yaitu Bapak Sucipto. Beliau merupakan pionir pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) yang sudah malang melintang di Indonesia. Ayah saya lulusan Mesin (meskipun alumni di Malang), maka dari itu saya ingin mengikuti jejak beliau. Ketika pengisian form SNMPTN, karena takut gak diterima di teknik Mesin ITS, maka saya menempatkan teknik Elektro di pilihan pertama saya. Ternyata Allah berkehendak lain, dan saya diterima di pilihan pertama  itu, yaitu di teknik Elektro ITS. Sempat kecewa, namun saya berpikir mungkin ini sudah jalannya. Saya jalani dengan ikhlas, dan toh teknik Elektro ITS masih bisa untuk menjadi seorang engineer di PLTMH. Ternyata rasa syukur itu membawa saya memperoleh lebih dari apa yang saya bayangkan. Saya sangat bersyukur sekali bisa masuk teknik Elektro ITS.

SK             : Selain menghafal Alquran dan sibuk di kampus, kegiatan apa saja untuk mengisi waktu saat libur kuliah ?
Mendung   : Saat libur kuliah saya berusaha produktif untuk membuat karya ilmiah kemudian dikompetisikan dalam suatu event lomba karya tulis.

SK               : Selamat ya Mendung atas prestasinya
Mendung   : Terimakasih, mohon doanya.

Bio Data
Nama : Rizki Mendung Ariefianto , TTL : Lumajang, 27 September 1995, Asal Sekolah : SMAN 2 Lumajang, Hobby : Mendaki gunung, jalan jalan ke pelosok desa, jelajah alam, menulis, Nama Ortu : Sucipto & Arbaatun, Nama Saudara  :Safira Rizki Aulia (5 tahun) & Danang Rizki Muhammad Nugraha (4 tahun).

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com