Buka Counter Baru, Pelaku Pahlawan Ekonomi Ini Kaget Dapat Pesanan Nastar Dari Inggris PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Rabu, 20 September 2017 22:32

Surabayakita.com - Para pelaku UMKM dibawah binaan Pahlawan Ekonomi Surabaya terus melakukan inovasi usaha. Hal itu dilakukan untuk menggaet konsumen produk yang mereka hasilkan. Seperti yang dilakukan  Diah Arfianti, owner Diah Cookies yang membuka usaha di Jalan Ketandan, Surabaya.


Setelah membuka counter baru, perempuan ini bisa mendekatkan diri produknya dengan para konsumen. Bahkan ia mengaku mendapat pesanan baru pada Selasa (19/9/2017) lalu. Yang mengeutkan Diah Arfianti ternyata pelanggannya ini justru tahu dari suaminya yang tinggal di Inggris.

Diah mengaku mendapat tambahan pelanggan baru, salah satunya  Fida yang tinggal di Jalan Jojoran, Surabaya yang memesan 5 nastar box, 1 choco stik, 1 sagu keju, 1 nutela dan 1 kastangel.

Fida mengaku tahu produk Diah Cookies dari suaminya, Makhyan Jibril, yang kini berada di Inggris. Kebetulan, Makhyan Jibril saat ini sedang menempuh studi di University College London (UCL).

“Saya penasaran. Kok, Bu Fida tahu produk saya dari Inggris?” ungkap Diah yang aktif di Pahlawan Ekonomi sejak 2014.  

Dari Fida, Diah baru tahu kalau suaminya mencicipi produk Diah Cookies setelah diberi oleh Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, red). Saat itu, Makhyan Jibril menghadiri  acara Indonesian Scholars International Convention- Simposium Internasional (ISIC-SI) yang diselenggarakan di University of Warwick Conventry, Inggris pada 23-27 Juli 2017 lalu.

Acara ini digelar atas kerjasama Perhimpunan Pelajar Indonesia di Britania Raya (PPI UK) dan Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) dengan melibatkan perwakilan dari 51 PPI negara. Totalnya ada 4.000 pelajar Indonesia dengan rincian 800 mahasiswa sarjana, 2.800 mahasiswa pascasarjana dan 400 mahasiswa doctoral.

Dalam acara itu, Wali kota Surabaya Tri Rismaharini diplot menjadi narasumber untuk berbagi ilmu dan pengalamannya sekaligus mempersiapkan pelajar Indonesia yang tersebar di seluruh dunia untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

Menurut cerita Fida, usai acara Risma membagi-bagikan produk-produk Pahlawan Ekonomi. Risma sengaja mempersiapkan itu sebagai contoh untuk pelajar Indonesia, jika banyak perempuan Surabaya bisa menciptakan produk berkualitas. Dan usaha mereka dirintis mulai dari nol.  

“Saya terharu sampai menitikkan air mata, Alhamdulillah, produk Diah Cookies bisa sampai ke Inggris,” ucap Diah.  

Dia pun menyatakan rasa hormat kepada Wali Kota Tri Rismaharini yang sudi membawa dan memperkenalkan produk-produk Pahlawan Ekonomi ke luar negeri.  

“Saya salut, Bu Risma membuktikan janjinya untuk mendorong warga Surabaya menjadi maju dan mandiri,” kata Diah.

Sebelumnya pada Mei 2017, Diah juga mengirim 350 nastar box ke Filipina. Ketika itu, ia mendapat pesanan dari PT PAL Indonesia. Pesanan dipakai sebagai goodie bag  dalam acara sail away kapal BRP Davao Del Sur, kapal perang kedua pesanan Kementerian Pertahanan Filipina jenis Strategic Sealift Vessel (SSV). (SK1)

Teks foto: Diah Arfianti memamerkan produk kue kering buatannya.

 

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com