Puncak Kemarau, Dinas Pertamanan Tambah Frekuensi Penyiraman Taman PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Sabtu, 07 Oktober 2017 21:19

Surabayakita.com - Puncak musim kemarau seperti sekarang, Dinas Kebersihan Dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya harus lebih ekstra melakukan perawatan taman taman. Agar tanaman tetap segar menghijau, frekwensi penyiraman dilakukan lebih sering dibanding sebelumnya.

Cuaca panas menyengat hingga 32 -34 derajat celcius di Surabaya membuat tanaman di taman taman harus lebih sering menerima guyuran air. Karena kalau tidak, bisa berakibat tanaman menjadi layu atau kering.

Untuk itu penyiraman lebih sering dilakukan. Rata rata perhari dilakukan penyemprotan air di taman taman sebanyak dua kali, pagi dan malam hari. Juga ditambahkan pada siang hari untuk pembasahan di area area yang diperlukan.

Jito, Koordinator Taman di Wilayah Surabaya Selatan ketika ditemui sedang melakukan perawatan taman mengatakan penyiraman secara rutin dilakukan untuk menjaga agar tanaman tetap segar. "Di Wilayah Selatan kami lakukan penyiraman dengan 12 unit mobil tangki tiap pagi dan malam. Ditambah alkon alkon yang mengambil air langsung di sungai. Sumber air untuk penyiraman sampai saat ini tidak ada masalah," ujar petugas taman sejak 1989 ini.

Untuk mobil tangki mengambil air dari sungai sungai yang mudah dijumpai di Surabaya. Sehingga tidak menyulitkan petugas untuk menyedotnya. Sedangkan untuk alkon atau yang menggunakan mesin diesel penyedot air selama ini juga belum ada kendala berarti.

"Kalau dengan alkon, kami langsung menyedot dengan mesin dan menyambungkannya dengan slang berukuran panjang 25 meter. Seperti di frontage road, kawasan Lumumba dan Batanghari kami ambil air dari sungai," kata Jito.

Namun jika lokasi taman berada agak jauh dari sungai, maka air diambilkan dari sumur yang memang dibuat sebagai sumber air untuk penyiraman. Salah satu sumur milik DKRTH yang airnya cukup melimpah adalah di samping jembatan layang Mayangkara. Selain airnya jernih sumbernya cukup besar sehingga membuat penyiraman di area sekitar Mayangkara tidak pernah terkendala.

Pengamatan Surabayakita.com saat dilakukan penyiraman di taman frontage road depan Mapolda Jatim Jl. A.Yani Surabaya, Sabtu (7/10/2017) pagi, dua orang petugas nampak menyedot air dengan mesin diesel yang diletakkan di atas mobil pick up dengan dua bak warna putih penampung di atasnya.

Begitu mesin diesel dinyalakan, air dalam saluran yang memisahkan frontage road dengan Jl. A.Yani langsung menyembur melalui slang plastik panjang. Airnya yang berada di saluran dengan kedalaman sekitar tiga meter itu volumenya cukup banyak untuk kebutuhan penyiraman taman. Dengan sigap petugas taman memegang ujung slang dan menyemprotkannya ke area taman yang nampak selalu dirawat tersebut.

Sementara itu prakiraan cuaca dari BMKG Juanda menyatakan musim hujan tahun ini akan datang pada akhir November 2017. Bila musim hujan tiba frekwensi penyiraman bisa dikurangi kecuali taman yang terlindung dari hujan seperti di bawah jembatang layang Mayangkara Wonokromo dan Diponegoro tetap akan disiram secara rutin. (SK1)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com