Jelang Pengumuman Cagub Jatim, Sekjen PDIP Temui Dan Puji Prestasi Tri Rismaharini PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 09 Oktober 2017 10:58

Surabayakita.com - Jelang pengumuman Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang digelar Minggu (15/10/2017) oleh DPP PDIP,  Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menemui walikota Surabaya Tri Risma Harini di kediamannya. Pertemuan tertutup tersebut berlangsung Senin (9/10/2017) pagi, diikuti oleh Ketua DPC PDIP  Wisnu Sakti Buana, Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi dan para pengurus PDIP  lainnya.

Setelah sekitar satu jam menggelar pertemuan, Hasto Kristiyano dan Tri Rismaharini memberikan pernyataan kepada wartawan. Hasto Kristiyanto tidak memungkiri jika salah satu agenda pertemuan ini membahas soal Pilgub Jatim 2018.

"Saya ditugaskan Ketua Umum untuk menemui bu Risma terkait rencana pelaksanaan simposium tata kota. Selain itu kami meminta masukan terkait Pilgub Jatim kepada bu Risma. Masalah ini perlu kami sampaikan langsung kepada bu Risma untuk menghindari penyadapan," ujar Sekjen DPP PDIP.

Apakah hanya meminta masukan saja atau meminta bu Risma maju pada Pilgub Jatim? Hasto menjawab sebenarnya tidak hanya Risma yang dimintai masukan terkait Pilgub Jatim tetapi juga tokoh tokoh lainnya di Jatim, termasuk Dahlan Iskan.

"Habis dari sini kami langsung ketemu Pak Dahlan Iskan di Graha Pena. Nanti bagaimana hasilnya tunggu tanggal mainnya ya," ujar Hasto yang duduk bersebelahan dengan Risma.

Selama ini Tri Rismaharini selalu mengelak dan menyatakan tidak akan maju dalam Pilgub Jatim ketika ditanyai wartawan. Termasuk ketika mendampingi Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarnoputri di Kebun Bibit Wonorejo pada 11 September lalu.

Tri Rismaharini juga tidak mendaftarkan diri untuk maju menjadi Cagub atau Cawagub Jatim periode berikutnya. Bahkan suatu saat lalu Risma mengatakan kalau dirinya mau menjadi gubernur,  sudah maju di Pilgub DKI Jakarta dulu. Bukan di Pilgub Jatim.

Tapi meski tidak pernah mendaftarkan diri, peluang Risma sebagai petugas partai untuk dicalonkan tidak akan hilang. Hasto menyatakan pencalonan itu bisa berangkat dari rakyat, politik dan pemerintahan.

"Meski tidak pernah mencalonkan diri, pencalonan bisa saja berasal dari unsur pemerintah. DPP PDIP berhak mencalonkan kadernya yang dinilai potensial," ujar Hasto kepada Surabayakita.com dicegat ketika akan kembali ke kursi pertemuan dengan walikota.

Rencana pengumuman siapa Cagub dan Wagub Jatim menurut Hasto akan dilakukan langsung oleh Megawati. Hanya pengumuman calonnya saja sedangkan deklarasinya akan dilakukan kemudian bersama partai pengusung lainnya.

Akankah Risma akan tampil di Pilgub Jatim, menyaingi Khofifah yang sudah mendaftarkan diri melalui Partai Demokrat ? Lagi lagi Hasto memberikan pernyataan yang masih teka teki.

"Politik itu dinamis. Bisa saja mendadak. Pak Jokowi dulu juga mendadak kok. Saya lihat bu Risma ini sosok berprestasi. Kalau pada saat pengumuman calon cagub dan wagub Jatim bu Risma berada di Tokyo Jepang, tidak ada masalah sebab kami bisa berkomunikasi melalui teleconference," ujar Hasto. Tri Risma sendiri memang segera berangkat ke Tokyo untuk menerima penghargaan.

Ditanyai wartawan usai pertemuan dengan Sekjen PDIP termasuk kesiapannya maju Pilgub Jatim, Tri Rismaharini tidak mau mengumbar pernyataan. "Tunggu saja tanggal mainnya. Saya tidak mau menyatakan siap atau tidak karena ini tanggung jawab besar. Ketika saya ditanyai kesiapan jadi walikota dulu saya juga tidak berani memberi janji," ujarnya dengan suara parau.

Sementara Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi mengatakan pihaknya kini masih menunggu siapa sosok yang akan diberi rekom maju dalam Pilgub Jatim. "Kalau rekom sudah turun akan kami amankan untuk menang. Kalau ada kader yang mbalelo akan kami sanksi pecat. Sampai sekarang saya belum mendapat bocoran.Kami ini petugas partai, bertugas untuk mengamankan kebijakan partai," ujarnya. (SK1)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com