Program Registrasi Kartu, Indosat Ooredoo Optimis Tak Kehilangan Pelanggan PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Sabtu, 14 Oktober 2017 16:33

Surabayakita.com - Program registrasi ulang untuk semua kartu telepon seluler prabayar oleh Pemerintah dipastikan akan merubah strategi marketing para operator, termasuk Indosat Ooredoo. Namun diyakini hal itu tidak bakal mengurangi jumlah pelanggan Indosat Ooredoo.

Kewajiban registrasi ulang ke 4444 itu dibatasi sampai akhir Oktober 2017 ini untuk kartu baru. Sedangkan untuk kartu prabayar lama diwajibkan registrasi dengan melampirkan Nomor Induk Keluarga (NIK) sampai Pebruari 2017. Jika belum mendaftar ulang sampai batas waktu tersebut maka kartu tak bisa dipakai.

Registrasi ini tak pelak membuat pelanggan telepon seluler agak jengah. Meski sebenarnya untuk registrasi ke 4444 itu tak membutuhkan waktu lama. Hanya saja syarat yang disertakan harus mencantumkan NIK itu membuat pelanggan tidak antusias. Karena khawatir data pribadi milikya disalahgunakan.

Soejanto Prasetya, Head of Regional East Java Bali Nusra Indosat Ooredoo, Sabtu (14/10/2017) siang, mengakui jika registrasi ulang ini agak ribet. Apalagi pemerintah akan membatasi setiap orang dengan NIK yang sama hanya boleh mendaftarkan tiga nomor/kartu saja.

"Jatah dari pemrrintah saat ini memang hanya tiga nomor untuk satu orang dengan NIK yang sama. Sampai saat ini kami belum menerima juknis terkait bagaimana kalau ada pelanggan telepon seluler yang tiba tiba ingin berganti nomor baru," ujar

Terkait pembatasan hanya tiga kartu ini, Soejanto tetap optimis Indosat Ooredoo tak akan kehilangan pelanggan. Saat ini jumlah pelanggan di Jatim yang eksis mencapai 20 juta pelanggan.

Bahkan dengan program tersebut menurutnya, Indosat Ooredoo akan ketambahan pelanggan baru. Sebab pelanggan Indosat akan mendaftarkan nomor nomor miliknya secara paten ke pemerintah dan akan menjadi pelanggan yang loyal.

Di sisi lain, pendekatan marketing yang selama ini dilakukan Indosat untuk menarik pelanggan baru dengan menjual kartu paketan data dengan sekali pakai, diakui Soejanto akan terpengaruh. Karenanya Indosat Ooredoo tidak memproduksi kartu baru sebanyak sebelumnya.

"Nanti counter counter sales kami akan lebih banyak menjual pulsa secara top up bukan melalui kartu baru yang sudah dipaket seperti selama ini. Penjualan kartu perdana akan dibatasi. Tapi pelanggan real kami tak akan berkurang," kata Soejanto optimis.

Soal data kependudukan yang didaftarkan melalui 4444 itu bukan ditujukan kepada operator seluler tetapi langsung ke Pemerintah. Soal ada penyalagunaan identitas yang disampaikan melalui register, operator tidak bisa menjaminnya.

"Indosat tidak menjamin data identitas itu disalahgunakan. Sebab registrasi itu link nya akan langsung ke Pemerintah. Namun dengan penyertaan identitas itu ke depannya mungkin akan memudahkan layanan online kepada masyarakat," kata Soejanto menjawab kekhawatiran masyarakat.

Ditambahkan Eni Nur Ifati, Media Relation Manager Indosat Ooredoo, pihaknya mendukung program pemerintah untuk program registrasi ulang ini. Sebab tujuan program ini adalah untuk single identity.

"Sesuai hasil rapat dengan Kemeninfo beberapa waktu lalu, registrasi ini untuk mencegah dobel identitas. Karena banyak warga yang migrasi ke luar daerah biasanya identitasnya juga mudah berubah. Kita belajar mulai sekarang dengan tertib identitas," ujar Eni. (SK1)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com