MUI Jatim Minta Masjid DPRD Yang Dirobohkan, Dibangun Kembali PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Jumat, 17 November 2017 20:15

Surabayakita.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi Jatim angkat bicara soal perobohan permanen  Masjid As-Syakinah yang berada di samping Gedung DPRD Surabaya. MUI bahkan mengirimkan surat kepada Walikota Surabaya Tri Rismaharini agar membangun lagi Masjid yang terlanjur dirobohkan itu.

Melalui surat bernomor 106/MUI/JTM/XI/2017 tertanggal 16 November 2017, MUI menulis empat permintaan kepada walikota Surabaya. Pertama, memohon dengan hormat agar walikota mempertimbangkan kembali rencana perobohan Masjid As-Syakinah. Sebab Masjid ini mempunyai letak yang strategis di tengah tengah kompleks perkantoran dan menjadi tempat shalat warga perkantoran sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan.

Kedua, Jika Masjid itu posisinya dipindah masuk ke dalam gedung perkantoran jelas akan menghilangkan akses publik untuk secara lebih mudah menggunakan fasilitas tersebut sebagai tempat shalat. Selain itu juga melenyapkan sama sekali syi'ar Islam.

Ketiga, Jika Masjid sudah terlanjur dirobohkan, akan sangat baik jika dibangun kembali Masjid dengan yang lebih baik.

Keempat, MUI Jatim selalu mendoakan kepada Ibu walikota agar dalam menjalankan tugasnya senantiasa memproleh bimbingan dan petunjuk dari Allah Swt. Sehingga dapat merumuskan kebijakan kebijakan yang lebih maslaha dan menjauhi dari hal hal yang mafsadah.

Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum MUI Jatim KH.Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin,S.Si.M.Si.Apt itu disebutkan jika MUI telah menerima pengaduan dari sejumlah elemen masyarakat terkait dengan perobohan Masjid As-Syakinah di DPRD Surabaya.

Masjid As-Syakinah memang sejak sekitar dua minggu lalu sudah dibongkar meskipun belum total. Namun karena masyarakat masih banyak yang membutuhkan tempat ibadah itu  Komunitas Bambu Runcing Surabaya (KBRS) menggelar shalat Jumat (17/11/2017) di Masjid DPRD itu.

Usai shalat mereka melakukan aksi di dalam Gedung DPRD Kota Surabaya. Mereka menuntut pembangunan masjid lagi tapi tidak menjadi satu dengan gedung dewan yang baru. Hanya saja tidak ada anggota DPRD yang menemui mereka karena gedung dewan sedang kosong, banyak anggota yang melakukan kunker.

Sebelumnya dalam hearing di Komisi C DPRD Surabaya, Pemkot Surabaya melalui Kepal Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya Tata Ruang (Perkim CKTR), Eric Tjahyadi akan segera memulai pembangunan Masjid pengganti As-Syakinah.

Masjid baru yang bisa menampung 300 jamaah itu dibangun seluas 17 x 29 meter dengan dua menara. Hanya saja letaknya memang tidak seperti Masjid lama tetapi menjadi bagian dari gedung DPRD Surabaya. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com