KRI Teluk Bintuni Angkut 900 Prajurit Satgas Perbatasan PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Rabu, 22 November 2017 21:21

Surabayakita.com - Kapal Perang TNI Angkatan Laut dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), KRI Teluk Bintuni 520 melaksanakan operasi Pergeseran Pasukan (serpas) dari Batalyon  Infateri (Yonif) 315/Garuda & 323 Raider/Buaya Putih yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini.

KRI Teluk bintuni 520 mengangkut lebih dari 900 pasukan dari kesatuan TNI-AD Yonif 315/Garuda Kujang Bogor & 323 Raider/Buaya Putih dari Banjar yang berada di bawah Kodam III Siliwangi.

Pelepasan pasukan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua Nugini ini, dilaksanakan dua kali pada tempat yang sama di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara, Rabu (22/11) pelepasan pertama 315 Yonif/Garuda oleh Kasdam Siliwangi Brigjen TNI Yosua Pandit Sembiring.

Sedangkan pelepasan yonif 323 Raider/Buaya Putih oleh Panglima Divisi 1 Kostrad Mayjen TNI Ainurrahman didampingi Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) Rakhmawanto, S.E., M.Si (Han)., yang mewakili Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksma TNI Yudo Margono, S.E.

Kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) dengan Komandan Letkol Laut (P) Yusuf Yanto. KRI Teluk Bintuni 520 akan menurunkan pasukan yang bertugas menjaga perbatasan RI-Papua Nugini di Dermaga Jayapura, Papua.

Selain menurunkan pasukan di daerah operasi yang telah ditentukan, kapal perang tersebut juga akan menarik pasukan Satgas yang lama yakni Yonif Raider 503 yang digantikan Yonif raider 315 dan yonif Raider 310 yang digantikan Yonif raider 323 Perbatasan RI-Papua Nugini yang telah bertugas selama delapan bulan, untuk kembali ke kesatuan asal.

Pergeseran pasukan ke seluruh wilayah nusantara merupakan salah satu tugas pokok Kolinlamil sebagai pembina tunggal sistem Angkutan Laut Militer. Selain mendukung pergeseran pasukan TNI ke daerah batas-batas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berbatasan dengan negara tetangga, Kolinlamil juga aktif dalam mendukung pergeseran material, dan logistik ke daerah-daerah rawan dan pulau-pulau terluar RI.

Menurut Asrena Pangkolinlamil, hingga saat ini kapal perang Kolinlamil baik yang berada di bawah pembinaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya maupun Jakarta terus mengerahkan dukungan kapal perangnya untuk melaksanakan Serpas, Sermat maupun Serlog dalam menjaga Pamtas, Pamrahwan maupun Pamputer dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik di wilayahTimur maupun Barat,tandasnya.

"Kolinlamil merupakan salah satu Komando Utama di jajaran TNI Angkatan Laut yang pembinaannya berada di bawah Kepala Staf Angkatan Laut. Sedangkan komando operasional berada di bawah Panglima TNI," katanya.

Sebagai Kotama operasi, Kolinlamil bertugas menyelenggarakan operasi angkutan laut TNI baik dalam rangka Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).(SK2)

Foto:  Saat pemeriksaan pasukan oleh inspektur upacara Pangdiv 1 Kostrad Mayjen TNI ainurrhman kepada 450 prajurit Yonif 323 Raider/Buaya Putih ketika upacara pelepasan Satgas Pamtas RI – PNG.

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com