Jadi Ikon Sepak Bola, DPRD Larang Pemkot Bangun Lapangan Futsal Karanggayam PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Jumat, 29 Desember 2017 23:38

Surabayakita.com - Niat Pemkot Surabaya merubah lapangan Persebaya dan Wisma Eri Irianto di Jl. Karanggayam  menjadi gelanggang olahraga mendapat protes keras dari DPRD Surabaya. Protes itu disampaikan saat hearing dengan pihak terkait di DPRD Surabaya, Jumat (29/12/2017) siang.


Hearing dipimpin langsung Ketua DPRD Surabaya Armuji. Sedangkan peserta hearing di antaranya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya, Afghany Wardhana.

Saat hearing itu Afghany mengatakan lapangan Persebaya dan Wisma Eri Irianto akan dirombak. Di antaranya dengan menambahkan sejumlah sarana olahraga di lapangan itu seperti panahan, karate, kempo, futsal dan lainnya.

"Dibangunnya sarana olahraga itu untuk pembibitan atlit muda Surabaya. Karenanya bulan Desember ini lokasi harus sudah dikosongkan. Karena pembangunan sudah akan dimulai," kata Afghany.

Detail Engineering Design (DED) proyek ini sudah selesai dibuat. Dalam DED itu rencananya akan dibangun jembatan yang menghubungkan ke gelanggang olahraga.

Menurut Kadispora, dalam proyek renovasi lapangan Karanggayam dan Wisma Eri Irianto ini walikota menginginkan agar ada peningkatan prestasi olahraga di Surabaya. "Bu wali ingin prestasi olahraga di Surabaya meningkat dengan pengadaan sarana olahraga ini, di antaranya panahan," ujar Afghany.

Menanggapi rencana proyek ini, Ketua DPRD Surabaya Armuji menegaskan ketidak setujuannya. Pasalnya lapangan Persebaya ini sejak dulu kala memang fungsinya untuk lapangan sepak bola. Bukan untuk cabang olahraga lainnya.

Menurut politisi PDIP ini, saat ini lapangan futsal sudah banyak dibangun di berbagai tempat oleh Pemkot Surabaya. Sehingga tidak perlu lagi menambah lapangan futsal baru di Karanggayam.

"Harusnya hanya khusus sepakbola, tidak boleh ada yang lainya termasuk lapangan futsal. Lapangan Futsal sekarang sudah ada dimana mana," ingat Armuji sambil memberikan contoh lapangan THOR yang dibangun Pemkot khusus untuk latihan atletik.

Selama ini memang lapangan Karanggayam dikenal masyarakat penggemar bola sebagai markas Persebaya. Selain untuk tempat latihan klub klub anggota Persebaya, lapangan legendaris itu dipakai menempah para pemain Green Force setiap harinya.

Dulu memang Persebaya sebelum dibeli PT. Persebaya Indonesia, merupakan klub amatir milik Pemkot Surabaya. Persebaya menjadi klub yang memiliki jutaan penggemar fanatik tak hanya di Surabaya tetapi juga di luar daerah. Dan Karanggayam sudah menjadi ikon sepak bola Surabaya.

"Siapapun yang punya ide kita kurang setuju. Nanti kita panggil Dinas Cipta Karya untuk revisi. Kalau tidak mau ya kita potong semua anggaranya," ancamnya.

Menurut Armuji rencana penambangan sejumlah sarana pemain muda dengan tujuan pembinaan sangat tidak masuk akal. Selama ini sejumlah atlet berprestasi dalam Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) berasal dari klub.

"Jangan bangga ketika atlet juara di Porprov. Karena mereka semua bukan binaan Pemkot. Harus diakui mereka semua itu binaan klub," terang Armuji.

Di bagian akhir hearing, Armuji juga menyinggung soal kualitas sarana olahraga di Surabaya. Menurutnya, buruknya kualitas disebabkan pemerintah kota tidak melibatkan tenaga ahli.

"Tidak bisa hanya ngomong sama konsultan. Contohnya lintasan atletik di Gelora Bung Tomo (GBT) yang ternyata tidak sesuai standard nasional," ungkap Armuji.

Akibat buruknya lintasan atletik di GBT, untuk kejuaraan atletik nasional bisanya tetap diselenggarakan di Lapangan Thor. "Di Surabaya banyak ahli di bidang olahraga. Mereka bisa dilibatkan," pungkas Armuji. (SK1)

 

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com