Sudah 1.500 PMKS 'Dimudikkan' Ke Daerah Asalnya PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 04 Januari 2018 23:59

Surabayakita.com - Pemkot Surabaya saat ini terus membidik Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) untuk dipulangkan ke daerah asal. Sampai saat ini sudah ada 1.500 PMKS yang "dimudikkan" ke daerah asalnya.

Supomo selaku Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, mengungkapkan, untuk PMKS sendiri ada sekitar 27 jenis, terdiri dari ODGJ (orang dengan gangguan jiwa), anjal, gepeng, WTS dan sebagainya.

Untuk pemulangan PMKS, biasanya di kawal oleh satu orang dokter dan satu orang Pendamping (TKSK). Untuk luar pulau menggunakan akomodasi pesawat. Diantaranya yang dipulangkan kebanyakan dari beberapa kabupaten kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan luar pulau.

"Kurang lebih 1500 an yang sudah kita pulangkan ke daerah asal, ke berbagai daerah, termasuk luar pulau, ke NTT, Makassar, Sulawesi. Terdiri dari 27 jenis PMKS, untuk antisipasi agar mereka tidak kembali, kita berkoordinasi dengan pemerintah daerah masing-masing. Banyak juga kejadian-kejadian yang diluar dugaan, ada juga mereka yang tahlilan sampai 1000 harinya, dan kemudian tiba-tiba mereka kembali dikira keluarganya sudah meninggal," ujar Supomo.

Supomo menambahkan, di Surabaya ada beberapa panti yang terus dioptimalkan untuk mengurusi PMKS, dan di Surabaya sendiri merupakan panti yang terbesar dalam menangani masalah PMKS, dengan jumlah sekitar 1600 penghuni.

"Di panti sendiri kita tangani layaknya manusia, kodratnya manusia, kita obatkan, kita beri pelatihan, kita berikan makan dan pakaian yang layak, agar mereka bisa hidup lebih baik," lanjut Supomo.

Menurutnya, paling mendominasi di liponsos saat ini adalah ODGJ, untuk pengobatannya biasanya secara longtime. Kalau sudah begitu akan diopnamekan dulu selama satu minggu di rumah sakit. Selanjutnya diantar berobat jalan secara rutin ke rumah sakit.

Saat ini, Sambung Supomo, liponsos sendiri telah dilakukan perluasan, sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada para penyandang PMKS. Jumlah penghuni liponsos saat ini yang laki-laki sekitar 800 dan perempuan sekitar 400, jumlah totalnya mencapai sekitar 1600 PMKS, dengan dibantu sekitar 150 petugas.

“Upaya-upaya terus kami lakukan untuk melayani mereka, selain melakukan perluasan liponsos, juga kita terus lakukan pengobatan, ada juga yang sudah mendekati sembuh itu kita rekreasikan ke kebun binatang, ke taman-taman, kita ajak mereka jalan-jalan, sebagai upaya untuk mengingat kembali memori mereka, upaya apapun kita tempuh agar mereka cepat sembuh,” tambahnya. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com