Satlinlamil Gempur Pulau Gundul Dengan KRI Banda Aceh PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 15 Januari 2018 20:55

Surabayakita.com - Satuan Lintas Laut Militer Jakarta melaksanakan latihan penembakan (gunnery exercise) Meriam Vektor Kal 20 MM dan berbagai jenis senjata ringan di Perairan Pulau Gundul, Laut Jawa,  Sabtu (13/1/2018).

Menurut Komandan KRI Letkol Laut (P) Whisnu Kusardianto, S.E., M.H. ini merupakan ajang pemantapan naluri tempur Prajurit KRI Banda Aceh-593 . Latihan ini diasumsikan bahwa terdapat kapal asing yang memasuki wilayah perbatasan Indonesia tanpa izin.

Sesuai aturan yang berlaku maka harus diambil tindakan tegas karena tahapan pemanggilan melalui radio, isyarat bendera, isyarat lampu dan tembakan peringatan diabaikan sehingga dilaksanakan tembakan pada sasaran kapal (penenggelaman).

Selanjutnya Komandan KRI melaksanakan peran tempur bahaya permukaan dan melaksanakan penembakan dengan meriam maupun senjata ringan terhadap sasaran yaitu Pulau Gundul.

Lebih lanjut Letkol Wisnu menyampaikan bahwa latihan ini merupakan perintah Panglima Kolinlamil Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E. Tujuannya untuk agar selalu siaga dan terus meningkatkan latihan guna menjaga naluri tempur.

“Prajurit KRI Banda Aceh 593 selalu siap menghadapi situasi apapun, begitu pula dengan alutsista yang ada di KRI Banda Aceh 593. Kami selalu berlatih dan berlatih," tegas alumni AAL Angkatan 43 tahun 1997 ini.

Sesuai tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), KRI Banda Aceh (593) merupakan salah satu jenis kapal Kapal Perang Republik Indonesia bertipe Landing Platform Dock yang pembuatannya dilakukan PT PAL di Surabaya dan mulai beroperasi Maret 2011.

Kapal ini memiliki kapasitas angkut total sebanyak 344 personel, tiga unit helikopter jenis Mi-2/Bel 412 di deck dan dua di hangar, dua unit LCVP, tiga unit howitzer dan 21 tank dengan luas LPD 125 meter persegi.

Kapal Landing Platform Dock 125 meter kapal ke-4 ini dirancang secara khusus untuk mampu dipasang senjata 100 mm dan dilengkapi dengan ruang CIC. Selain itu dilengkapi sistem kendali senjata (Fire Control System) yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan self defence dengan komunikasi kapal ke kapal kombatan untuk melindungi pendaratan pasukan dan kendaraan taktis serta tempur untuk pengendalian pendaratan helikopter. (SK2)

Keterangan Foto :  Prajurit KRI Banda Aceh 593 sedang melaksanakan penembakan di Perairan Pulau Gundul, Laut Jawa

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com