Warga Margorejo Tak Masalah Ruislag Maspion Dilanjutkan PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 05 Februari 2018 22:47

Surabayakita.com - Pengajuan pembahasan tukar guling (Ruislag) PT Maspion kepada Pemkot Surabaya di kelurahan Margorejo, dihearingkan lagi oleh pansus Komisi A DPRD Surabaya. Warga sudah menyepakati ruislag itu dilanjutkan lagi dengan syarat permintaan warga segera dituruti.

Hadir dalam rapat pembahasan ini, Dinas Perkim CKTR, Bagian Hukum, Camat Wonocolo Deny Tupamahu, perwakilan warga Margorejo dan direksi PT Maspion. Rapat dipimpin oleh Minun Latif, Ketua Pansus.


"Kami meminta membagi tanah dari Ruislag dari PT. Maspion 3000 meter itu bisa secepatnya dibagunkan Sekolah SD yang sudah dijanjikan pemerintah,” ujar tokoh masyarakat Margorejo, Achmad Dahlan, Senin (5/2/2018).

Dahlan menceritakan, tukar guling lahan di Margorejo sebenarnya sudah berlangsung sejak 2004. Namun hingga sekarang belum ada titik temu.

Suasana hearing sempat memanas ketika Dahlan meminta sebagian uang kembalian dari tukar guling sebesar Rp 10 miliar. Rencananya uang sisa kembalian itu akan dimasukan ke kas desa.

“Kami mengusulkan uang itu diberikan kepada Margorejo untuk pelebaran makam, karena kondisi makam di Margorejo sudah penuh,” ungkapnya.

Mendengar jawaban itu, Anggota Komisi A Luthfiyah secara tegas menolak usulan Achmad Dahlan. Menurut dia, uang sisa Rp 10 itu merupakan hak dari pemerintah kota.

"Untuk sekolah dan makam itu sudah tanggung jawab Pemkot. Jadi uang sisa itu mestinya masuk ke pemerintah kota bukan ke kas warga Margorejo," tegas Luthfiyah.

Ketua Pansus Minun Latif menambahkan jika semua tuntutan warga margorejo sudah terjawab. Misalnya pembangunan sekolah SD yang direncanakan dibangun tahun ini.

“Anggaran sudah ada dan sudah dianggarkan tahun ini, tinggal pembangunannya,” ungkap Minun.

Dalam kesempatan itu, Minun menjanjikan kepada warga akan terus mendapingi warga Margorejo hingga permasalah ini selesai. “Kami akan terus kawal kasus ini hingga selesai,” katanya.

Sementara Dirut Kawasan Maspion Soekamto menegaskan, sudah tidak ada masalah dalam tukar guling tersebut. Dari Pihak PT. Maspion sudah berikan 3000 meter untuk pembangunan Sekolah, kantor kecamatan dan Puskesmas dari pembagian tanah 6800 meter."Kalau masalah Ruislag sudah clear tidak ada masalah,” pungkas Soekamto.

 

Baca Lagi : DPRD Bahas Perubahan Keputusan Terkait Ruislag Lahan Margorejo Untuk Maspion

Seperti yang sudah ditulis Surabayakita.com, Pemkot Surabaya dan PT Maspion sudah melakukan ruislag medio 1996 silam dengan dasar keputusan DPRD Surabaya. Hanya saja saat itu tidak semua lahan yang diputuskan melalui DPRD Surabaya semuanya berhasil ditukar guling sesuai keuputusan DPRD Surabaya.

PT Maspion  hanya berhasil menukar guling sebagian lahan dan bangunan saja. Tukar guling saat itu prosesnya lantas dihentikan lantaran ada protes dari warga Margorejo yang keberatan atas ruislag itu.

Setelah proses berhenti sekian lama, ternyata ada surat keputusan DPRD yang baru dikeluarkan tahun 2004 terkait ruislag ini. Anehnya, surat keputusan DPRD ini isinya berbeda dengan keputusan tahun 1996 silam di mana telah disetujui ruislag itu meliputi bangunan dan tanah. Surat baru tahun 2004 ini hanya menyetujui bangunan saja yang diruislag sedangkan lahannya tidak termasuk.

Atas hal ini kemudian PT Maspion baru baru ini mengajukan surat kepada Pemkot Surabaya untuk meneruskan proses rusilag yang sempat terhenti itu. Surat pengajuan ini lantas diteruskan Pemkot Surabaya kepada pimpinan DPRD Surabaya untuk perubahan surat keputusan tahun 2004 lalu.(SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com