Antisipasi Perceraian, Pemkot Surabaya Selenggarakan Sekolah Pra Nikah PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Minggu, 18 Februari 2018 05:59

Surabayakita.com - Untuk memberikan bekal mental dan spiritula bagi pasangan remaja yang akan melangsungkan pernikahan, Pemkot Surabaya menggagas sekolah Pra Nikah. Sekolah ini menyasar remaja usia 18-25 tahun.


Tentu saja sekolah tidak seperti sekolah pada umumnya di mana para siswanya harus berkutat dengan pelbagai materi pelajaran. Karena selain gratis, sekolah Pra Nikah ini khusus diberikan untuk memberi bekal menjadi keluarga bahagia.

Sekolah pranikah ini dilakukan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Surabaya yang berada di bawah koordinasi Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya. Lokasinya ada di eks Gedung Siola lantai 2 Jalan Tunjungan Surabaya, mulai Februari - Oktober 2018.

Kepala DP5A Kota Surabaya Nanis Chairani menjelaskan Sekolah Pra Nikah ini digelar  menggandeng Kemenag Kota Surabaya. “Program ini terdapat 8 gelombang (kelas), dan setiap kelas terdiri dari 25 peserta. Sedangkan pelaksanaannya menggunakan metode short cource atau classical melalui penyampaian materi untuk peserta di awal, diskusi dan konseling,” kata Nanis.

Ada enam materi yang akan diberikan untuk peserta Sekolah Pra Nikah, yaitu penikahan dan tata laksananya, attitude dalam keluarga, pentingnya agama dalam ketahanan keluarga, managemen keuangan keluarga, kesehatan reproduksi dan managemen konflik keluarga.

“Sekolah Pra Nikah ini bagian dari ikhtyar kami dalam menyiapkan keluarga muda yang tangguh, tentunya dengan cara mendidik calon pengantin melalui pembekalan pengetahuan dalam pengelolahan keluarga,” tegasnya.

Melalui cara ini, maka diharapkan keluarga muda yang tangguh itu dapat menciptakan ketahanan keluarga, karena bagaimana pun juga masa depan bangsa dimulai dari ketahanan suatu keluarga. “Dari keluarga yang sehat itu lah akan lahir genegerasi-generasi hebat di Indonesia ini,” imbuhnya.

Upaya Pemkot Surabaya menyelenggarakan sekolah Pra Nikah ini karena sekarang banyak keluarga yang biduk rumah tangganya dilanda badai hingga berujung perceraian.

Berdasarkan data Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya yang dihimpun selama 2016, sebanyak 4.938 pasangan suami istri (pasutri) di Surabaya memutuskan untuk bercerai. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ada penurunan 17 kasus. Pada tahun 2015, kasus perceraian di Surabaya mencapai 4.955 kasus.

Selain itu, diantara 4.938 perceraian, 1.580 kasus merupakan cerai talak (diajukan suami). Sisanya, yakni 3.358 kasus, merupakan cerai gugat (diajukan istri).

Faktor yang paling besar hingga memporakporandakan mahligai perkawinan itu adalah tidak adanya keharmonisan disusul dengan krisis akhlak dan tidak mau bertanggungjawab. (SK1)

 

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com