Cari Perlindungan Pemkot Sby, Pedagang Hi Tech Mall Berdemo PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 20 Februari 2018 17:24

Surabayakita.com - Terancam tak bisa berjualan di Hi Tech Mall, ratusan pedagang pusat belanja IT itu menggelar aksi demo. Mereka menggelar aksi unjuk rasa di depan Mall  yang dulu dikenal sebagai Surabaya Mall itu pada Selasa (20/02/2018) siang.


Kekhawatiran para pedagang ini pantas dimaklumi. Mereka khawatir tak bisa berjualan lagi menyusul habisnya kontrak kerjasama Build Operate Transfer (BOT) antara PT Sasana Boga sebagai pihak manajemen operasional dan Pemkot Surabaya pada tahun 2019.

Meski kurang setahun lagi masa kerja sama tersebut namun akhir akhir ini para pedagang tak bisa tenang lagi berjualan di tempat itu. Rasa was was selalu menghantui mereka setiap saat apalagi belum tahu akan pindah ke mana setelah Hi Tech Mall ditake over oleh Pemkot Surabaya kelak.

Tempat yang berada satu komplek dengan Taman Hiburan Rakyat (THR) itu dulunya memang tidak seterkenal seperti sekarang ini. Namun sejak disulap menjadi pusat IT di Surabaya, Hi Tech Mall menjadi jujugan referensi masyarakat yang mau berbelanja IT.

Namun Dedi Nasution koordinator pedagang mengatakan sampai saat ini para pedagang tetap berjualan seperti biasanya. Tidak ada eksodus pedagang meski tempat itu kabarnya akan diambil alih Pemkot.

"Aksi ini menunjukkan kalau pedagang di Hi-Tech Mall masih eksis. Jumlah kami berkurang karena ada isu Mall akan ditutup dan adanya intimidasi" ungkapnya.

Jumlah pedagang di Hi-Tech Mall sebelumnya sebanyak 1200-an tapi sekarang menyusut menjadi sekitar 600-an. Artinya ada penyusutan hingga 50 % dibanding kondisi sebelumnya.

Para pedagang menuntut supaya PT Sasana Boga mengijinkan mereka untuk tetap berdagang, sampai kerjasama BOT selesai. Pemkot Surabaya juga diminta agar memberikan perlindungan kepada para pedagang sampai proses penyerahan Surabaya Mall ke Pemkot Surabaya oleh PT Sasana Boga tuntas.

"Kami sudah berjualan selama 30 tahun, kita tidak rela kalau tiba-tiba apa yang sudah kita perjuangkan dihilangkan. Kita menuntut memperbaiki Hi-Tech Mall diperbaiki dan pedagang tetap boleh berjualan" tegas Dedi.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Son Haji dan Kepala Bagian Perintahan Pemkot Surabaya Eddy Chrisjanto ditugasi untuk datang ke lokasi demo.

Di atas mobil pick up Agus Son Haji didepan ratusan pedagang menegaskan kalau Pemkot Surabaya akan menjadikan Hi-Tech Mall sebagai gedung pusat kesenian."Tapi para pedagang jangan khawatir karena tetap bisa berjualan dengan dilakukan penataan. Ini pesan dari Bu Risma," tegas Son Haji.

Mendapati janji itu, para pedagangpun berteriak gembira. Paling tidak masih ada asa sambil menunggu bentuk penataan yang akan dilakukan Pemkot Surabaya terhadap Hi Tech Mall. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com